SOALINDO—BIREUEN – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., mengunjungi anak-anak yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Bireuen, Aceh. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril kepada anak-anak dan keluarga yang masih berjuang memulihkan diri pascabencana.
Dalam suasana penuh kehangatan, Menag menyapa langsung anak-anak yang sebagian di antaranya masih mengalami trauma akibat bencana. Ia memberikan semangat agar mereka tetap kuat, optimistis, dan tidak menyerah pada keadaan.
“Anak-anak adalah harapan masa depan bangsa. Negara hadir untuk memastikan mereka tetap bisa bermimpi dan melanjutkan pendidikan, meski sedang diuji oleh musibah,” ujar Prof. Nasaruddin Umar di hadapan anak-anak dan orang tua.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Menteri Agama juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama menyiapkan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak korban bencana yang kelak ingin melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi. Beasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat dan jaminan keberlanjutan pendidikan mereka.
Kunjungan Menag disambut dengan antusias dan rasa haru oleh anak-anak serta para orang tua. Banyak di antara mereka menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah, khususnya Kementerian Agama, yang tidak hanya hadir membawa bantuan, tetapi juga harapan.
Sementara itu, para relawan Kementerian Agama terus bekerja keras di lokasi terdampak. Mereka bahu-membahu membersihkan rumah ibadah, madrasah, dan sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan longsor. Upaya ini dilakukan agar aktivitas ibadah masyarakat dapat kembali berjalan normal dan proses belajar-mengajar anak-anak bisa segera dimulai kembali.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir memang menyebabkan kerusakan infrastruktur, pemukiman warga, serta fasilitas umum. Curah hujan tinggi yang masih terjadi di beberapa daerah membuat aparat dan relawan tetap siaga menghadapi potensi bencana susulan.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat, pemulihan, serta pendampingan psikososial, khususnya bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak bencana.
Melalui kunjungan ini, Menteri Agama menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya soal membangun kembali fisik, tetapi juga memulihkan harapan, semangat, dan masa depan generasi muda.











