Menu

Mode Gelap

Nasional · 22 Sep 2025 18:28 WITA

Menaker Yassierli Tegaskan Uang Saku Program Magang Nasional Sesuai UMP Daerah


 Menaker Yassierli Tegaskan Uang Saku Program Magang Nasional Sesuai UMP Daerah Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa perhitungan anggaran untuk program magang nasional tidak dihitung rata-rata per peserta, melainkan berdasarkan Upah Minimum Provinsi (UMP) masing-masing daerah.

Hal ini disampaikan Yassierli menanggapi pertanyaan terkait alokasi anggaran sebesar Rp 198 miliar untuk program magang dengan target 20.000 peserta.

“Jadi, hitungannya itu kan estimasi awal tergantung dari UMP-nya berapa. Itu kali UMP-nya berapa? Misalnya Rp 3,3 juta, coba aja dikali Rp 3,3, dikali 6 bulan, dikali 20 ribu. Berdasarkan provinsinya,” ujar Yassierli saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (22/9/2025).

READ  Bahlil Lahadalia: Masalah Sumur Minyak Rakyat Tak Pernah Selesai Sejak Zaman Kemerdekaan, Kini Dilegalkan Pemerintah

Menurut Yassierli, skema tersebut lebih adil karena menyesuaikan kondisi ekonomi dan standar pengupahan di setiap wilayah. Dengan begitu, uang saku yang diterima peserta akan berbeda-beda sesuai lokasi penempatan magang.

Pemerintah memastikan anggaran yang disiapkan cukup untuk mendukung pelaksanaan program. Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan tengah menyiapkan regulasi teknis melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker).

“Nanti kita sedang siapkan Permenakernya,” imbuhnya.

BUMN dan Swasta Bisa Ikut Serta

Selain perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga dapat berpartisipasi dalam program ini. Yassierli menekankan bahwa setiap perusahaan yang ikut serta harus memiliki rencana jelas terkait kebutuhan tenaga magang dan skema penempatannya.

READ  Pandu Sjahrir: Tantiem Komisaris BUMN Terlalu Mahal, Pemerintah Hemat Rp 8,2 Triliun dari Efisiensi

“BUMN juga bisa ikut. Iya, nanti kita siapkan mekanisme bahwa setiap perusahaan itu nanti harus punya rencana. Mereka butuhnya apa, kemudian rencana terkait dengan akan dipekerjakan di mana, dan kemudian harus ada pendamping magangnya nanti,” jelasnya.

Distribusi Peserta di Berbagai Provinsi

Pemerintah juga menegaskan tidak ada pembatasan sektor usaha yang bisa bergabung. Semua sektor terbuka, dengan prioritas diberikan kepada perusahaan yang sudah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).

“Kita buka, kita buka nanti. Dan kita prioritaskan yang mereka terdaftar di WLKP. Sektor ya, bebas. Nanti kita lihat disitu. Dan tadi harapannya itu terdistribusi ya di berbagai provinsi,” ujar Yassierli.

READ  KPRP Desak Kapolri Bebaskan Dua Aktivis Lingkungan yang Ditahan Polda Jateng, Soroti Dugaan Kriminalisasi

Ia menekankan, distribusi peserta akan dilakukan secara merata di seluruh provinsi agar manfaat program tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu, tetapi juga tersebar sesuai potensi wilayah masing-masing.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional