SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya peran mentor dalam program Magang Nasional Batch II. Menurutnya, perusahaan, kementerian, maupun lembaga pemerintah wajib menyediakan mentor yang membimbing peserta magang agar pengalaman kerja mereka maksimal.
“Kami minta tolong, sesuai persyaratan, bahwa perusahaan, kementerian, atau lembaga instansi harus menyiapkan mentor,” kata Yassierli dalam Peluncuran Pemagangan Nasional Batch II, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Mentor akan membimbing peserta magang terkait kompetensi kerja, menilai kinerja mereka, dan menentukan kelayakan sertifikasi pasca magang selama enam bulan. Menaker berharap, peserta magang memperoleh soft skill, profesionalisme, dan pengalaman kerja yang cukup untuk siap memasuki pasar kerja.
Orientasi Magang dan Target Peserta
Peserta Magang Nasional Batch II telah memulai masa orientasi pada Senin, 24 November 2025, setelah pengumuman resmi pada 21 November 2025. Program ini menargetkan 80 ribu peserta, termasuk fresh graduate dari berbagai perguruan tinggi.
“Pada hari-hari awal, peserta magang menjalani orientasi nasional sekaligus mendapatkan penjelasan teknis pelaksanaan magang,” ujar Yassierli. Program ini berlangsung di berbagai sektor, baik pemerintah, BUMN, swasta, hingga LPNK, mencakup bidang industri, digital, pariwisata, logistik, pertanian, dan jasa.
Pendaftaran dan Akses Program
Pendaftaran Magang Nasional Batch II dapat diakses melalui maganghub.kemnaker.go.id. Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, menekankan bahwa program ini bertujuan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing angkatan kerja Indonesia.
Dengan target nasional 100 ribu peserta magang pada 2025, batch kedua diharapkan dapat menyumbang pencapaian signifikan bagi pembangunan kompetensi tenaga kerja muda di Indonesia.











