Menu

Mode Gelap

Nasional · 28 Okt 2025 02:51 WITA

Mendagri Tito Karnavian Beri Tiga Arahan Utama untuk Sekda dan Bappeda Seluruh Indonesia


 Mendagri Tito Karnavian Beri Tiga Arahan Utama untuk Sekda dan Bappeda Seluruh Indonesia Perbesar

SOALINDONESIA–JATINANGOR Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan tiga arahan strategis kepada seluruh Sekretaris Daerah (Sekda) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se-Indonesia dalam pembukaan rapat koordinasi nasional yang digelar di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).

Tiga arahan utama tersebut meliputi efisiensi belanja birokrasi, optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, serta peningkatan kesiapan daerah dalam menyelaraskan program pusat bernilai lebih dari Rp 13 triliun.

“Bagaimana mereka harus bisa mengefisiensikan belanja yang beberapa daerah bisa melakukan dengan sangat baik, seperti di Kabupaten Lahat, mengurangi belanja birokrasi untuk menambah belanja program,” ujar Tito.

Efisiensi dan Optimalisasi Pendapatan

Tito menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap struktur belanja dan pendapatan daerah. Ia meminta setiap kepala daerah mengalihkan anggaran birokrasi ke program-program yang langsung menyentuh masyarakat.

READ  Program Makan Bergizi Gratis Pemerintahan Prabowo Disorot: Pakar Gizi Usul Evaluasi Kualitas dan Distribusi Makanan

Selain itu, Tito menyoroti potensi kebocoran pajak daerah, seperti pajak restoran dan hotel yang sering tidak tercatat sepenuhnya di dinas pendapatan. Ia mencontohkan sistem digitalisasi pajak yang diterapkan di Banyuwangi sebagai langkah inovatif yang bisa diadopsi daerah lain.

“Sehingga dibuat sistem seperti di Banyuwangi, PAD-nya bertambah tapi tidak memberatkan rakyat karena memang selama ini sudah dibayar pajaknya,” jelas Tito.

Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Dalam arahannya, Tito juga meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk aktif berkoordinasi dan menyelaraskan program pembangunan dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa kementerian hanya akan mempercayakan pelaksanaan program besar kepada daerah yang memiliki rekam jejak baik dan bebas korupsi.

READ  Menkeu Purbaya Tegaskan Belum Ada Kenaikan Cukai dan Harga Rokok di 2026

“Teman-teman di daerah harus paham bahwa kementerian pusat juga tidak ingin programnya gagal. Program yang mau diserahkan ke daerah pasti dicari kepala daerah dengan track record bagus, bisa mengeksekusi dengan baik dan tidak dikorupsi,” tegasnya.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Lebih jauh, Mendagri mendorong Sekda dan Bappeda untuk menciptakan peluang ekonomi baru melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor riil. Ia menilai, perputaran uang di daerah sangat penting untuk menjaga daya beli dan menumbuhkan perekonomian lokal.

“Skenario pemerintah pusat ingin agar daerah pendapatannya tinggi, belanjanya juga tinggi, sehingga uang berputar dan bisa memutar sektor swasta,” tambah Tito.

Rakor Selama Empat Hari

Rapat koordinasi ini diikuti oleh 1.104 Sekda dan Bappeda dari seluruh Indonesia dan akan berlangsung selama empat hari di IPDN Jatinangor. Tito menjelaskan, kegiatan ini bukan disebut retreat seperti pertemuan kepala daerah sebelumnya di Magelang, karena memiliki kurikulum berbeda dan dikemas lebih teknokratis.

READ  Menko Airlangga Tegaskan Impor Baju Bekas Ilegal: “Regulasinya Sudah Final dan Mengikat”

“Kita enggak istilahkan retreat, karena tidurnya bukan di tenda, dan kemudian kurikulumnya agak sedikit beda. Kita lakukan di Jatinangor, IPDN,” kata Tito.

Dalam kegiatan ini, para peserta akan mendapatkan materi dari 22 kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), serta Badan Gizi Nasional (BGN).

Rakor ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional dan memastikan setiap rupiah anggaran publik digunakan secara efektif dan tepat sasaran.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional