Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Nov 2025 03:06 WITA

Menko PMK Cak Imin Umumkan Registrasi Pemutihan Utang BPJS Kesehatan Dimulai Akhir 2025


 Menko PMK Cak Imin Umumkan Registrasi Pemutihan Utang BPJS Kesehatan Dimulai Akhir 2025 Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Pemerintah akan segera memberlakukan program pemutihan utang peserta BPJS Kesehatan pada akhir tahun 2025. Kebijakan ini akan diawali dengan proses registrasi ulang peserta yang memiliki tunggakan iuran agar dapat kembali diaktifkan kepesertaannya.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini kesulitan melunasi tunggakan iuran BPJS Kesehatan.

“Pemutihan utang peserta BPJS Kesehatan akan segera dilakukan melalui registrasi ulang kepada para peserta. Jadi, mulai bersiap-siap untuk registrasi ulang,” ujar Muhaimin atau yang akrab disapa Cak Imin, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Peserta Nonaktif Bisa Aktif Kembali

Menurut Cak Imin, peserta BPJS Kesehatan yang statusnya nonaktif akibat menunggak iuran akan dapat kembali menikmati layanan kesehatan setelah menyelesaikan proses registrasi ulang.

READ  Pemerintah Siapkan Tenaga Terampil Lewat Program “SMK Go Global”, Cak Imin: Lulusan Harus Siap Bersaing di Dunia Internasional

“Registrasi ulang itu membuat para peserta aktif kembali,” ujarnya.

Langkah ini, kata dia, akan memperluas akses jaminan kesehatan nasional (JKN) kepada masyarakat sekaligus membantu menekan angka peserta nonaktif yang saat ini jumlahnya masih cukup tinggi di berbagai daerah.

Tunggakan Akan Diambil Alih oleh BPJS Kesehatan

Dalam program pemutihan ini, tunggakan iuran peserta yang memenuhi kriteria akan dibebankan kepada BPJS Kesehatan. Dengan demikian, peserta yang selama ini menunggak tidak perlu lagi melunasi utang lama agar kepesertaannya kembali aktif.

“Ya, otomatis dengan sendirinya tanggungan itu akan diambil alih oleh BPJS Kesehatan,” tutur Cak Imin.

Ia memastikan pemerintah akan segera mengumumkan mekanisme dan kriteria detail peserta yang berhak mendapat pemutihan utang. Kementerian PMK bersama BPJS Kesehatan dan Kementerian Kesehatan akan menjadi koordinator pelaksanaan program ini.

READ  Presiden Prabowo Tegaskan Aparat Kantongi Indikasi Dalang Kericuhan

Dukungan bagi Pemerataan Layanan Kesehatan

Cak Imin menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerataan akses layanan kesehatan dan perlindungan sosial, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem jaminan sosial nasional.

“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang kehilangan akses layanan kesehatan hanya karena kendala ekonomi. Prinsipnya, negara harus hadir melindungi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemutihan utang BPJS Kesehatan juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan iuran di masa depan karena peserta akan diberikan kesempatan baru untuk memulai dari nol tanpa beban tunggakan lama.

Menunggu Aturan Teknis

READ  Mendagri Tito: Aksi Penjarahan di Sibolga Dipicu Wilayah Terisolir dan Kekurangan Pangan

Meski belum dijelaskan secara rinci, pemerintah berencana menerbitkan aturan teknis dalam bentuk Peraturan Menteri atau Peraturan BPJS untuk mengatur mekanisme registrasi ulang, verifikasi data peserta, serta sistem pembebanan tunggakan.

Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan dikabarkan tengah menyiapkan infrastruktur digital untuk mempermudah proses registrasi, baik secara daring maupun luring melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Program pemutihan ini diharapkan mulai berjalan efektif pada Desember 2025, dengan target utama peserta kelas mandiri yang menunggak lebih dari enam bulan.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap seluruh lapisan masyarakat dapat kembali menikmati manfaat Jaminan Kesehatan Nasional tanpa terbebani oleh tunggakan lama.

“Intinya, negara hadir membantu rakyat agar tidak kehilangan hak dasarnya untuk mendapat pelayanan kesehatan,” pungkas Cak Imin.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional