Menu

Mode Gelap

Nasional · 12 Sep 2025 00:01 WITA

Menperin Agus Gumiwang Rilis Aturan Baru TKDN, Investor Otomatis Dapat Nilai Minimal 25 Persen


 Menperin Agus Gumiwang Rilis Aturan Baru TKDN, Investor Otomatis Dapat Nilai Minimal 25 Persen Perbesar

SOALINDONESIA–JAKATA Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita resmi merilis aturan baru mengenai sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Melalui kebijakan ini, perusahaan yang menanamkan modal di Indonesia otomatis mendapat nilai TKDN minimal 25 persen.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Aturan ini menjadi bagian dari reformasi sistem sertifikasi TKDN yang dilakukan pemerintah.

“Jadi intinya, investor once dia menginvestasikan dan membangun pabrik, dia otomatis sudah mendapatkan 25 persen,” ujar Agus dalam konferensi pers di Kantor Inspektorat Jenderal Kemenperin, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

READ  “Purbaya Effect”: Survei Great Institute Sebut Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa Dongkrak Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo

Insentif TKDN dan Litbang

Agus menjelaskan, nilai TKDN minimal 25 persen dapat diperoleh perusahaan yang berinvestasi, membangun fasilitas produksi, dan menggunakan mayoritas tenaga kerja lokal. Angka ini bisa ditambah sekitar 20 persen jika perusahaan melakukan penelitian dan pengembangan (litbang).

Kebijakan insentif ini merupakan hal baru yang sebelumnya tidak diakomodasi dalam aturan lama.

Kemudahan Penghitungan BMP

Selain TKDN, aturan baru juga memberi kemudahan dalam penghitungan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) dengan nilai maksimal 15 persen. Perusahaan bisa memilih faktor-faktor yang tersedia untuk mencapai skor tersebut.

READ  Menhukham Supratman Larang Pangan Impor di Lingkungan Kementerian Hukum, Dorong Produk Lokal

Ada 15 faktor penentu BMP dengan bobot berbeda, antara lain:

Penyerapan tenaga kerja, investasi baru, kemitraan dan rantai pasok, serta industri pionir/substitusi impor → 4%.

Kepemilikan merek dalam negeri, penerapan industri 4.0, penerapan industri hijau, pengembangan SDM industri, dan nilai ekspor → 2%.

Kepemilikan sertifikasi/akreditasi, penerapan ESG, penghargaan, dan kepatuhan pelaporan pada SIINas → 1%.

“Pelaku usaha tidak harus memenuhi semua faktor, tapi bisa memilih dari menu yang kami sediakan untuk mencapai nilai BMP maksimal,” jelas Agus.

Aturan Turunan

Permenperin 35/2025 akan ditindaklanjuti dengan sejumlah regulasi teknis dari empat direktorat jenderal Kemenperin: ILMATE, IKFT, Industri Agro, serta IKMA.

READ  Mentan Amran Heran Harga Minyak Goreng Naik Padahal RI Produsen Sawit Terbesar Dunia

Selain itu, Dirjen IKMA akan mengatur validasi industri kecil dengan skema self declare, sementara Sekretaris Jenderal Kemenperin wajib menerbitkan lima aturan turunan, antara lain tentang teknis penghitungan nilai TKDN, pemberian fasilitas sertifikasi, hingga mekanisme evaluasi dan surveilans.

Adapun Inspektorat Jenderal Kemenperin akan mengeluarkan aturan mengenai mekanisme pengawasan TKDN dan BMP.

Dengan regulasi baru ini, pemerintah berharap proses sertifikasi lebih sederhana, transparan, dan mendukung iklim investasi di Indonesia, terutama dalam pengembangan industri berbasis lokal.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional