Menu

Mode Gelap

News · 24 Okt 2025 00:36 WITA

Menperin Agus Gumiwang Soroti Defisit 2,7 Juta Talenta Digital, Tantangan Besar Bagi Ekosistem AI Nasional


 Menperin Agus Gumiwang Soroti Defisit 2,7 Juta Talenta Digital, Tantangan Besar Bagi Ekosistem AI Nasional Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyoroti masih minimnya jumlah tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi digital dan kemampuan analisis tinggi. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya mempercepat pengembangan ekosistem Artificial Intelligence (AI) di Tanah Air, terutama di sektor industri manufaktur.

Agus mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Indonesia masih kekurangan sekitar 2,7 juta talenta digital untuk mencapai target pembangunan industri berbasis AI.

“Hingga Juli 2025 jumlah talenta digital Indonesia baru mencapai 9,3 juta orang, sementara proyeksi kebutuhan sebesar 12 juta. Jadi ada gap atau defisit hampir 3 juta orang,” ujar Agus dalam acara Kumparan AI for Indonesia 2025 di Jakarta Theater, Kamis (23/10).

READ  Dirjen Komdigi: TikTok Masih Bisa Diakses Meski TDPSE Dibekukan Sementara

Menurut Agus, kekurangan tenaga kerja dengan keahlian digital menjadi hambatan dalam transformasi industri nasional menuju era otomasi dan kecerdasan buatan. Padahal, AI disebutnya sebagai salah satu teknologi kunci yang akan menentukan daya saing industri di masa depan.

Tren Pekerjaan Berbasis Digital Meningkat

Mengutip Future of Jobs Report 2025 yang dirilis World Economic Forum (WEF), Agus menyebut pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat hingga tahun 2030 adalah pekerjaan yang berbasis digital dan teknologi.

“Pekerjaan-pekerjaan tersebut meliputi Big Data Specialist, Financial Technology Engineer, AI dan Machine Learning Specialist, Software and Application Developer, dan Security Management Specialist,” papar Agus.

Ia menegaskan bahwa kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap ancaman AI terhadap lapangan kerja tidak sepenuhnya benar. Justru, kemajuan teknologi tersebut akan menciptakan jenis pekerjaan baru yang lebih produktif dan bernilai tambah tinggi.

READ  Prabowo Ajak Pelajar Optimistis: “Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Kalian”

“Jadi, untuk anak-anak muda tidak perlu khawatir. Tumbuhnya AI tidak akan memperkecil ruang kerja manusia di Indonesia. Sebaliknya, AI akan membuka peluang baru bagi mereka yang siap dan mau beradaptasi,” jelasnya.

Dorong Kolaborasi Dunia Pendidikan dan Industri

Agus menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja berbasis teknologi. Ia mendorong universitas dan politeknik untuk memperbanyak program studi terkait AI, data science, serta cyber security.

Selain itu, ia menyebut Kementerian Perindustrian tengah menyiapkan sejumlah program pelatihan vokasi industri yang terintegrasi dengan kebutuhan industri manufaktur berbasis AI.

READ  Komisi III DPR Jadwalkan Pembahasan RUU Penyesuaian Pidana Pekan Depan, Target Rampung Sebelum Reses

“Kami ingin memastikan bahwa industri memiliki tenaga kerja yang siap menghadapi transformasi digital. Karena tanpa SDM unggul, AI hanya akan menjadi jargon tanpa manfaat nyata,” tegas Agus.

Indonesia Menuju Industri 5.0

Pemerintah, kata Agus, kini fokus mendorong implementasi Making Indonesia 5.0, yakni strategi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di bidang industri berteknologi tinggi di Asia Tenggara.

“Kita tidak boleh tertinggal. Penguasaan AI, robotika, dan big data adalah kunci agar industri Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen teknologi masa depan,” pungkas Menperin.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News