Menu

Mode Gelap

News · 19 Nov 2025 03:57 WITA

Kisah Lengkap di Balik Penangkapan Lukas Enembe: Dari Strategi Penyidik hingga Tantangan di Lapangan


 Kisah Lengkap di Balik Penangkapan Lukas Enembe: Dari Strategi Penyidik hingga Tantangan di Lapangan Perbesar

SOALINDONESIA–BOGOR Penangkapan mantan Gubernur Papua Lukas Enembe ternyata menyimpan cerita panjang yang penuh tantangan. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa proses penangkapan tersebut jauh dari kata mudah dan membutuhkan improvisasi di lapangan.

“Jadi tidak kelihatan mudah setelah, oh nyampe di Jakarta mudah gitu ya. Dibawa, enggak. Ada lika-liku, lika-liku, lika-likunya,” ujar Asep di kawasan Bogor, Selasa (18/11).

Penangkapan Dimulai dari Kotaraja

Lukas Enembe ditangkap KPK di sebuah rumah makan di Kotaraja, Papua, pada Selasa, 10 Januari 2023. Penangkapan dilakukan lantaran Enembe berkali-kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

KPK kemudian membentuk tim kecil untuk menjemput Enembe. Sesaat sebelum penangkapan, penyidik mendapatkan informasi bahwa Enembe akan terbang ke Tolikara, sehingga operasi segera dipercepat.

Menariknya, strategi penangkapan dilakukan dengan cara yang sangat sopan agar tidak memicu perlawanan dari pengawal Enembe.

READ  Kemensos Siapkan 15 Ribu Laptop untuk Siswa Sekolah Rakyat, 143 Guru PPPK Mundur

Asep menirukan percakapan penyidik:

“Pas kelihatan beliau keluar, langsung saya datangin, langsung saya cium tangan. ‘Bapak, mari kita ikut ke tempat Brimob.’“

“Oh gitu, Adek? Ada apa?”

“Bapak mau diperiksa dulu sebentar.”

“Sopan santun dan semuanya itu berlaku,” kata Asep.

Drama Berebut Pesawat Sewaan

Setelah Enembe berhasil diamankan, penyidik mencari pesawat sewaan untuk membawanya ke Mako Brimob Papua. Namun hanya tersedia pesawat kecil. Akibat keterbatasan kapasitas, hanya penyidik dengan berat badan di bawah 70 kilogram yang boleh ikut.

“Mereka yang beratnya di atas 70 kg terpaksa harus tinggal. Dengan risiko sebentar lagi datang massanya Pak Lukas Enembe,” ucap Asep.

Setibanya di Papua, perjalanan menuju Mako Brimob pun tak berjalan mulus. Massa sempat mengepung kendaraan taktis yang membawa Enembe.

READ  LNHAM Umumkan Hasil Sementara Investigasi Kerusuhan Demo Agustus–September 2025

“Ada teman-teman di dalam rantis itu dipanahin di jalan,” ungkap Asep, menggambarkan situasi panas kala itu.

Transit di Manado dan Pesawat ‘Ngutang’

Usai pemeriksaan, Enembe harus dibawa ke Gedung KPK di Jakarta. Namun pesawat sewaan ke Jakarta belum tersedia sehingga rombongan harus transit di Manado.

Di kota transit itu, simpatisan Enembe tetap membuntuti.

“Sudah banyak OAP (Orang Asli Papua) yang datang merubung ke sana,” kata Asep.

Tak hanya itu, masalah biaya sewa pesawat juga sempat membuat Asep tertegun. Ia mengaku harus meminta bantuan rekannya, Irjen Herry Heryawan (Herimen), untuk mencarikan pesawat.

“Ngutang dulu itu. Tapi dipercaya karena kami memang mau jemput,” ujarnya.

Pada akhirnya, pesawat yang disediakan adalah Boeing 737—jauh lebih besar dari yang dibayangkan tim.

READ  Bupati Tolikara William Wandik Imbau Warga Bijak Sikapi Isu di Medsos, Tim Siber Telusuri Akun Fake

“Langsung saya hampir pingsan. Bukan lihat pesawatnya gede. Ini bayarnya berapa ini?” seloroh Asep.

Kasus Korupsi dan Akhir Hidup Lukas Enembe

Lukas Enembe sebelumnya dinyatakan bersalah menerima suap dan gratifikasi sebesar Rp 47,8 miliar. Uang tersebut diterima sebagai hadiah selama ia menjabat Gubernur Papua pada periode 2013–2023.

Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 8 tahun penjara, kemudian diperberat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 10 tahun penjara serta kewajiban membayar uang pengganti Rp 47.833.485.350.

Namun, Enembe tidak sempat menjalani keseluruhan masa hukumannya. Ia wafat akibat komplikasi penyakit pada 2023.

Kisah penangkapan Enembe menunjukkan kompleksitas penegakan hukum di lapangan, terutama ketika melibatkan tokoh berpengaruh dan situasi sosial yang sensitif. Momen-momen dramatis tersebut kini menjadi catatan penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional