Menu

Mode Gelap

Nasional · 29 Okt 2025 08:45 WITA

Mensos Gus Ipul Perketat Validasi Data Bansos, 2 Juta Penerima Dinyatakan Tak Layak


 Mensos Gus Ipul Perketat Validasi Data Bansos, 2 Juta Penerima Dinyatakan Tak Layak Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul menegaskan akan memperketat proses validasi dan verifikasi data penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini diambil setelah hasil uji lapangan selama lima hari terakhir menunjukkan bahwa sebanyak dua juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan, baik reguler maupun bantuan tunai tambahan pada triwulan IV tahun 2025.

“Kami memang hari-hari ini melakukan uji lapangan untuk memastikan bahwa data-data yang kami kirim itu memang sesuai fakta di lapangan,” kata Gus Ipul di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Uji Lapangan 5 Hari, 2 Juta Penerima Gugur

Gus Ipul menjelaskan, kegiatan uji lapangan dilakukan secara intensif selama lima hari terakhir melalui mekanisme ground check bersama pendamping sosial dan perangkat daerah di berbagai wilayah Indonesia.

“Untuk itu selama 5 hari terakhir ini, dilakukan ground check bersama-sama. Hasilnya per hari ini sudah 2 juta lebih yang bisa dikatakan tidak layak untuk memenuhi kriteria untuk menerima bansos,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini penting dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran, terutama karena saat ini terdapat lebih dari 15 juta calon penerima baru yang masih dalam proses verifikasi.

READ  Sidang Tahunan MPR 2025: Presiden Prabowo Tegaskan Kemerdekaan Sejati adalah Bebas dari Kemiskinan

“Karena memang ada beberapa penerima manfaat baru yang jumlahnya lebih dari 15 juta. Yang ini perlu kita pastikan,” tutur mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Data Balikan Jadi Dasar Pemutakhiran Nasional

Gus Ipul menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah aktif memperbarui data dan melakukan uji silang di lapangan. Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah bekerja dengan baik. Sehingga kita dalam waktu yang tidak terlalu lama memperoleh data balikan. Yang mana data balikan ini menjadi informasi yang sangat penting untuk diteruskan ke BPS untuk dilakukan verifikasi dan validasi. Nah ini semua dalam rangka bansos tepat sasaran,” ujarnya.

Penyaluran Bansos Triwulan IV Masih Berjalan

Di sisi lain, Gus Ipul memastikan bahwa proses penyaluran bansos Triwulan IV masih terus berjalan melalui PT Pos Indonesia dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

READ  Luhut: Program Bansos Digital Nasional Akan Diluncurkan Februari–April 2026

“Kita terus koordinasi dengan PT Pos dan juga Himbara untuk menyalurkan bansos Triwulan IV yang terdiri dari dua jenis. Satu penebalan, yang kedua adalah tambahan penerima manfaat. Yang reguler tentu akan mendapatkan tambahan Rp900.000 untuk tiga bulan, sementara penerima yang baru mendapatkan Rp900.000,” jelasnya.

Mensos menegaskan, bagi penerima yang memiliki rekening valid, bantuan akan langsung dikirim melalui perbankan. Sementara bagi yang belum memiliki rekening, penyaluran dilakukan melalui PT Pos Indonesia.

“Kalau KPM yang memiliki rekening dan rekeningnya valid maka bansos akan dikirim lewat rekening. Tapi kalau nggak memiliki rekening akan kita kirimkan lewat PT Pos,” tambahnya.

Target Rampung November 2025

Proses penyaluran dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan verifikasi data yang telah dikirim oleh pemerintah daerah ke Kementerian Sosial.

“Setelah datanya dikirim, setelah datang hasil verifikasi itu kita kirim ke Himbara atau ke PT Pos, yang selanjutnya akan memberikan surat panggilan kepada para penerima manfaat. Jika mereka bisa datang ke kantor Himbara atau ke kantor PT Pos, tentu mereka bisa langsung mengambilnya di kantor-kantor tersebut,” ujar Gus Ipul.

READ  Jokowi Temui Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Kertanegara: Pertemuan Dua Jam, Isi Pembicaraan Masih Dirahasiakan

Bagi penerima yang tidak dapat hadir secara langsung, bantuan akan dikirim ke rumah masing-masing oleh petugas PT Pos. “Kalau tidak bisa datang, maka PT Pos akan mengantarkan ke rumah masing-masing,” katanya.

Hingga saat ini, Kemensos mencatat lebih dari 14 juta KPM telah menerima bansos. “Penyalurannya per hari ini sudah 14 juta lebih ya. Insya Allah, di minggu ini nanti akan tambah lagi 14 juta lagi,” ungkap Gus Ipul.

Sebagian besar penerima merupakan kelompok reguler, sementara sisanya merupakan bantuan langsung tunai (BLT). “Ada yang reguler tapi sebagian ada yang BLT, tapi sebagian besar masih yang reguler. Nah, untuk minggu ini, insya Allah, akan kita mulai salurkan yang lewat PT Pos tapi yang reguler,” ujarnya.

Kemensos menargetkan seluruh proses penyaluran, termasuk bagi penerima baru, dapat diselesaikan paling lambat November 2025.

“Ya mudah-mudahan, paling lambat November sudah tersalurkan semua,” tutup Gus Ipul optimistis.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional