Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Nov 2025 03:27 WITA

Mensos Gus Ipul Siapkan Skema Hilirisasi bagi Lulusan Sekolah Rakyat: Bisa Langsung Kerja atau Kuliah


 Mensos Gus Ipul Siapkan Skema Hilirisasi bagi Lulusan Sekolah Rakyat: Bisa Langsung Kerja atau Kuliah Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan Kementerian Sosial kini tengah memfokuskan perhatian pada penyusunan skema lanjutan atau hilirisasi bagi para alumnus Sekolah Rakyat. Langkah ini dilakukan agar para lulusan tidak berhenti di jenjang pendidikan menengah, melainkan dapat langsung bekerja atau melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Rapat itu dipimpin oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan dihadiri sejumlah menteri lintas sektor seperti Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri P2MI Mukhtarudin, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, dan Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.

READ  KemenPPPA Turun Tangan Tangani Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel yang Merenggut Nyawa Siswa 13 Tahun

“Sekarang yang kita sedang proses ini adalah hilirisasi. Jadi kita tidak boleh membiarkan mereka yang lulus dari Sekolah Rakyat nanti akhirnya jadi pengangguran,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.

Dua Jalur: Kuliah dan Bekerja

Gus Ipul menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyiapkan dua jalur lanjutan bagi lulusan Sekolah Rakyat.

Pertama, bagi siswa yang ingin melanjutkan kuliah, pemerintah akan menggandeng perguruan tinggi negeri untuk membuka akses pendidikan lanjutan.

Kedua, bagi lulusan Sekolah Rakyat jenjang SMA yang ingin langsung bekerja, pemerintah akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) agar mereka bisa terserap ke dunia kerja.

READ  BNPT Sebut Ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara Diduga Terinspirasi Grup True Crime Community

“Kemarin saya sudah berbicara dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian P2MI, dan Kemendikti Saintek. Insya Allah, perguruan tinggi negeri milik pemerintah semuanya akan menampung anak-anak lulusan SMA dari Sekolah Rakyat yang memang ingin kuliah. Tapi yang ingin bekerja, nanti kita kolaborasikan dengan kementerian terkait,” jelasnya.

Sekolah Rakyat Jadi Basis Pengentasan Kemiskinan

Selain jalur SMA, bagi lulusan Sekolah Rakyat tingkat SMP yang memiliki kemampuan akademik memadai akan difasilitasi melanjutkan ke Sekolah Garuda, yang merupakan jenjang lanjutan dengan kurikulum penguatan karakter dan keterampilan.

“Mudah-mudahan ini bisa berhasil. Kita ingin mereka yang pintar dan berprestasi dari pelosok bisa terus menempuh pendidikan tinggi,” ujar Gus Ipul.

Hingga kini, program Sekolah Rakyat telah beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia dengan jumlah siswa hampir mencapai 16 ribu orang. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 500 titik dalam beberapa tahun ke depan.

READ  Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

Selain fokus pada anak-anak penerima manfaat, Kemensos juga memberi perhatian pada para orang tua siswa melalui program pemberdayaan ekonomi. Mereka didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih agar mampu mandiri secara finansial.

“Ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Nanti anaknya lulus, keluarganya juga lulus. Kita harapkan keluarga dari siswa Sekolah Rakyat menjadi prioritas program pemberdayaan,” tegasnya.

Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu terobosan sosial pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa dan wilayah tertinggal, dengan prinsip pendidikan berbasis pemberdayaan keluarga dan kemandirian ekonomi.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional