Soalindonesia–MERAUKE – Menteri Pertanian menyerahkan bantuan sektor pertanian senilai Rp1,3 triliun kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan pada tahun anggaran 2026. Bantuan tersebut ditujukan untuk mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mendorong kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan saat Mentan memimpin pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Kampung Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).
“Bantuan sektor pertanian total untuk Papua Selatan tahun 2026 mencapai Rp1,3 triliun,” ujar Amran.
Bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah daerah sebagai bagian dari percepatan pembangunan pertanian modern berbasis mekanisasi untuk memperkuat program swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian di Papua Selatan.
Paket bantuan yang diberikan meliputi 122 unit combine harvester, 810 unit traktor roda dua, 477 unit traktor roda empat, 12 unit drone pertanian, serta 1.188 unit pompa air untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian yang mencapai lebih dari 137 ribu hektare.
Selain alat dan mesin pertanian, pemerintah juga menyalurkan tiga juta kilogram pupuk, subsidi pupuk sebanyak 22 ribu ton, pestisida seberat 36.229 kilogram, serta 12 unit power thresher untuk mendukung proses pascapanen.
Di sektor perkebunan, Kementerian Pertanian turut menyerahkan bantuan benih dan bibit kelapa senilai Rp12,2 miliar sebagai upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan Papua Selatan secara berkelanjutan.
Amran mengaku bangga melihat putra-putri asli Papua telah mampu mengoperasikan berbagai alat pertanian modern. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di Papua Selatan berjalan dengan baik.
Ia menyebut penggunaan drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, hingga traktor modern menunjukkan bahwa sistem pertanian di Merauke kini telah sejajar dengan praktik pertanian modern di berbagai negara maju seperti China, Jepang, dan Amerika Serikat.
“Saya bangga melihat operator alat pertanian modern merupakan putra daerah yang mampu menguasai teknologi. Ini menunjukkan SDM Papua Selatan semakin maju dan siap menjadi penggerak pertanian modern,” katanya.
Mentan juga mengungkapkan salah seorang operator drone pertanian di Merauke telah berhasil meningkatkan kesejahteraannya hingga mampu membeli kendaraan pribadi dari profesinya sebagai tenaga operator alat pertanian modern.
Menurut Amran, penerapan mekanisasi pertanian berhasil meningkatkan indeks pertanaman di Merauke menjadi dua kali tanam dalam setahun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berkisar antara 1,6 hingga 1,7 kali tanam per tahun.
Ia menegaskan seluruh bantuan alat dan mesin pertanian merupakan aset masyarakat Papua Selatan yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petani.
Program tersebut, lanjut Amran, juga menjadi bagian dari transfer teknologi kepada generasi muda Papua Selatan agar mampu mengoperasikan berbagai peralatan pertanian modern secara mandiri dan berkelanjutan.
Kementerian Pertanian, kata dia, akan terus memberikan pendampingan mulai dari penyediaan benih, proses tanam, panen hingga penanganan pascapanen menggunakan teknologi modern guna memastikan produktivitas pertanian terus meningkat.
Di akhir sambutannya, Amran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian nasional.
“Kita ini kolaborasi, kita saling membesarkan. Jangan saling menghujat. Orang berhasil adalah yang bergandengan tangan. Kita baku pelihara, tumbuh bersama,” tegasnya.











