Menu

Mode Gelap

News · 6 Des 2025 17:16 WITA

Pemerintah Perluas Penerima Makan Bergizi Gratis, Lansia hingga Anak Jalanan Akan Dapat MBG


 Pemerintah Perluas Penerima Makan Bergizi Gratis, Lansia hingga Anak Jalanan Akan Dapat MBG Perbesar

Soalindonesia–Jakarta Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan bahwa pemerintah memperluas sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan itu dituangkan dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025 yang resmi memperluas kelompok penerima manfaat MBG.

Menurut Nanik, pada awal penyusunan program, Presiden Prabowo menekankan pentingnya memastikan seluruh siswa di Indonesia mendapatkan asupan gizi layak. Namun setelah program berjalan, presiden meminta agar cakupan MBG diperluas untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan.

“Beliau bahkan menginginkan agar semua orang miskin, disabilitas, para lansia, anak-anak putus sekolah, anak jalanan, anak-anak pemulung, semua menjadi penerima MBG,” ujar Nanik, dikutip dari Antara, Sabtu (6/12/2025).

READ  KPK Mulai Periksa Travel Haji di Daerah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan 2023–2024

Selain kelompok rentan, pemerintah juga memperluas penerima MBG ke sektor pendidikan. Tenaga pendidik seperti guru sekolah negeri, tenaga honorer, guru swasta, ustaz pengajar pesantren, serta santri pesantren salaf yang tidak bernaung di bawah Kementerian Agama juga akan masuk daftar penerima manfaat.

“Kader PKK dan posyandu juga menjadi penerima manfaat MBG,” tambah Nanik.

BGN Bangun 8.200 SPPG di Daerah Terpencil

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah terpencil untuk memastikan distribusi MBG berjalan merata.

READ  Kemenkopolhukam Ultimatum Aparat: Jangan Main-main dengan Bandar Narkoba

“Saat ini telah teridentifikasi 8.200 SPPG di daerah terpencil yang akan dibangun. Sebanyak 4.700 unit sedang dalam proses, dan sekitar 170 unit akan selesai pada Desember 2025,” jelas Dadan.

Ia menyampaikan bahwa jumlah penerima manfaat MBG di daerah terpencil diperkirakan tidak lebih dari 3 juta orang di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah aglomerasi, pemerintah menargetkan 20.000 SPPG bisa terbentuk hingga akhir Desember 2025, ditambah dengan SPPG yang selesai di wilayah terpencil.

“Dalam dua bulan berikutnya, sekitar Januari–Februari 2026, kemungkinan besar seluruh SPPG sudah terbentuk. Sehingga pada Maret atau April 2026, sebanyak 82,9 juta orang sudah bisa dicapai,” ujarnya.

READ  Jaksa Agung Lantik JAM Pembinaan dan 4 Staf Ahli, Tegaskan Perbaikan Fasilitas dan Reformasi SDM
Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Dijadwalkan Tiba di Makassar Besok, Tim Penyambutan Mulai Bersiap

16 Juni 2026 - 20:54 WITA

Jalan Rusak, UMKM dan Pertanian Jadi Keluhan Utama, Dr. Awaluddin Siap Kawal Aspirasi Warga Pakuli

14 Juni 2026 - 19:46 WITA

Harga Sawit Naik di Berbagai Daerah, Sulawesi Selatan Justru Stagnan, Petani Desak Pembentukan Satgas Harga Sawit

13 Juni 2026 - 19:18 WITA

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Trending di Nasional