Menu

Mode Gelap

Nasional · 25 Okt 2025 14:16 WITA

Pemerintah Siapkan Tenaga Terampil Lewat Program “SMK Go Global”, Cak Imin: Lulusan Harus Siap Bersaing di Dunia Internasional


 Pemerintah Siapkan Tenaga Terampil Lewat Program “SMK Go Global”, Cak Imin: Lulusan Harus Siap Bersaing di Dunia Internasional Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja terampil Indonesia melalui program unggulan bertajuk “SMK Go Global.”

Program ini, kata Muhaimin, digagas bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai langkah strategis memperkuat peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja, berdaya saing, dan berkompetensi global.

“Hari ini, saya bersama Pak Menteri KP2MI membahas khusus tentang paket program yang namanya SMK Go Global,” ujar Menko PM Muhaimin Iskandar, usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko PM, dikutip Sabtu (25/10/2025).

Peluang Kerja Global untuk Lulusan SMK

READ  Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu menjelaskan bahwa peluang kerja di luar negeri saat ini sangat terbuka lebar, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan teknis tinggi seperti pengelasan bawah laut (underwater welding) dan hospitality.

“Peluang pasar kerja di luar negeri begitu terbuka. Masih terbuka di bidang welder, terutama las bawah laut. Kita siapkan agar ada 500 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) lulusan SMK yang bisa bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Menurut Muhaimin, program ini tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah tenaga kerja, tetapi juga membangun standar kompetensi global yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.

Bangun Perencanaan Karier Sejak Dini

READ  Mendes PDT Yandri Susanto Ungkap Desa di Bogor Dijadikan Jaminan Utang Bank, Kini Terancam Dilelang

Cak Imin menekankan bahwa SMK Go Global bukan sekadar mempersiapkan siswa untuk bekerja di luar negeri, melainkan juga membantu mereka membangun perencanaan karier sejak dini.

“Solusi jangka menengahnya adalah agar SMK-SMK membuat perencanaan bagi calon siswanya yang sejak awal memang mau bekerja di luar negeri. Sehingga aspek bahasa menjadi kebutuhan dasar sejak semester pertama,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguasaan bahasa asing menjadi kunci daya saing global. Selain Bahasa Inggris, penguasaan Bahasa Jepang dan bahasa lain sesuai kebutuhan industri juga akan ditekankan dalam kurikulum.

“Desain talenta ini dipersiapkan sejak calon siswa sampai menjadi lulusan SMK dengan perencanaan yang matang,” kata Muhaimin.

READ  Kemenko PM Dorong UMKM Naik Kelas, Manfaatkan Gedung Pemerintah untuk Ruang Usaha

Pendidikan Vokasi dengan Aspek Pemberdayaan

Lebih jauh, Menko PM menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus memiliki aspek pemberdayaan yang kuat agar mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mandiri secara ekonomi.

“Pendidikan vokasi harus melahirkan dua hal: pertama, lulusan yang siap bekerja dan punya kemampuan bahasa; kedua, lulusan yang punya jiwa wirausaha,” tegasnya.

Program SMK Go Global diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi nasional, membuka akses kerja internasional bagi lulusan SMK, serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pasar tenaga kerja global yang semakin kompetitif.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional