Menu

Mode Gelap

Nasional · 6 Okt 2025 17:46 WITA

Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Kertanegara, Demokrat: Biasa Saja, Tak Perlu Diributkan


 Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Kertanegara, Demokrat: Biasa Saja, Tak Perlu Diributkan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), bertemu dengan Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/10/2025) kemarin. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu turut dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Menanggapi pertemuan tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dan tidak perlu dibesar-besarkan.

“Pertemuan antar tokoh bangsa menurut saya biasa saja, apalagi antara presiden yang saat ini menjabat dengan presiden sebelumnya,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, kepada wartawan, Senin (6/10).

READ  Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan 6 Smelter Sitaan Kasus Korupsi Timah ke PT Timah Tbk: Nilai Aset Capai Rp 7 Triliun

Komunikasi Tokoh Bangsa Dinilai Wajar

Herman menjelaskan bahwa pertemuan antara presiden aktif dan mantan presiden adalah hal yang lumrah dalam iklim demokrasi yang sehat. Ia juga menekankan bahwa komunikasi serupa juga terjalin dengan baik antara Prabowo dan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Komunikasinya sangat baik, bukan saja hubungan antara Presiden ke-8 dan Presiden ke-6, tetapi juga sebagai sahabat sesama seangkatan di militer,” katanya.

Menurut Herman, yang terpenting adalah bagaimana para pemimpin bangsa menunjukkan kedewasaan politik dan menjaga stabilitas nasional melalui komunikasi dan silaturahmi, terlepas dari latar belakang politik atau posisi jabatan masing-masing.

READ  Kemenkeu-BI Sepakat Bagi Beban Bunga untuk Program Perumahan Rakyat dan Kopdes Merah Putih

Isi Pertemuan Belum Diungkap

Meski demikian, Partai Demokrat mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang dibahas dalam pertemuan tertutup antara Jokowi dan Prabowo tersebut.

“Mengenai isi pertemuan, kami tidak mengetahuinya,” ujar Herman singkat.

Spekulasi mengenai topik pembicaraan pun bermunculan, mulai dari urusan transisi kebijakan hingga kemungkinan peran Jokowi dalam pemerintahan Prabowo. Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Istana maupun dari pihak Prabowo terkait substansi pembicaraan dua tokoh penting tersebut.

Konteks Pertemuan: Konsolidasi Nasional?

Pertemuan ini terjadi di tengah dinamika politik pasca pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan menjelang pembentukan kabinet baru. Kedekatan antara Jokowi dan Prabowo selama beberapa tahun terakhir pun kerap menjadi sorotan publik, terutama setelah keduanya berkompetisi ketat di Pilpres 2019, namun kemudian bersatu dalam pemerintahan.

READ  Presiden Prabowo Singgung Kekuatan Asing yang Masih Curi Kekayaan Indonesia Saat Pimpin Upacara HUT ke-80 TNI

Kehadiran mantan Presiden Jokowi di kediaman Prabowo juga memunculkan spekulasi mengenai peran informal Jokowi dalam mendukung transisi pemerintahan atau bahkan keterlibatannya dalam arah kebijakan nasional ke depan.

Apapun isi pertemuan tersebut, kehadiran dua pemimpin bangsa dalam satu forum silaturahmi menandakan adanya komitmen untuk menjaga kesatuan dan kesinambungan pemerintahan di tengah tantangan nasional dan global yang terus berkembang.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional