Menu

Mode Gelap

News · 6 Des 2025 17:52 WITA

Pesisir Pantura Tangerang Diduga Tercemar Limbah Minyak, DLH Turun Tangan Investigasi


 Pesisir Pantura Tangerang Diduga Tercemar Limbah Minyak, DLH Turun Tangan Investigasi Perbesar

Soalindonesia–Tangerang Perairan pesisir Pantai Utara (Pantura) di Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten, diduga mengalami pencemaran limbah minyak yang berasal dari aktivitas kapal di sekitar Laut Jawa. Dugaan ini mencuat setelah beredar video seorang nelayan yang merekam kondisi laut dan menyebarkannya ke media sosial.

Dalam video tersebut, tampak cairan pekat mengapung di permukaan air dan tidak menyatu dengan laut, memicu kecurigaan terjadinya tumpahan minyak. “Tahu dari mana ini, limbah apa ini? Tau begini gimana dapat ikan. Arahnya kayaknya dari Priuk?” ujar sang nelayan, dikutip dari Antara.

Kekhawatiran Masyarakat Meningkat

Kasus ini menimbulkan keresahan warga pesisir karena potensi dampaknya terhadap ekosistem laut dan aktivitas ekonomi, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidup pada hasil tangkapan harian.

READ  Kapolri Minta Polantas Lebih Humanis di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70

Pemerintah daerah mulai melakukan penyisiran awal, namun masyarakat berharap investigasi lebih komprehensif dilakukan secepatnya mengingat pencemaran minyak dapat menimbulkan kerusakan jangka panjang bila tidak ditangani segera.

DLH Kabupaten Tangerang Lakukan Koordinasi Cepat

Adanya temuan cairan berwarna pekat tersebut membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang segera turun tangan. Kasi Bina Hukum DLH Kabupaten Tangerang, Sandi Nugraha, memastikan laporan tersebut telah ditangani sesuai prosedur.

“Informasi tersebut telah diproses dan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Sandi.

Ia menegaskan bahwa laporan kejadian tidak diabaikan dan sudah diteruskan ke pemerintah provinsi serta pemerintah pusat.

READ  5 Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Tambahan 2024, Ini Kata Eks Menag

“Kami bergerak sesuai prosedur, setiap temuan dicatat dan diteruskan kepada instansi yang berwenang melakukan penelitian. Saat ini kami sedang menunggu tindak lanjutnya,” katanya.

DLH Kabupaten Tangerang juga telah mengirim laporan resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan apakah cairan itu benar mengandung unsur pencemar. “Kalau penelitian kewenangannya ada di kementerian. Nanti bisa dipastikan terkait pencemarannya,” tambah Sandi.

Dugaan Sumber Pencemaran

Menurut kesaksian para nelayan, gumpalan berwarna kuning keemasan itu diduga terkait aktivitas pengangkutan minyak oleh kapal tanker dari wilayah pesisir Cirebon. Sandi mengungkapkan bahwa informasi dari nelayan menjadi dasar awal dugaan asal muasal pencemaran.

READ  HUT ke-116 Kota Jayapura, Bupati Tolikara Wilem Wandik: Sinergi Bangun Papua yang Lebih Baik dan Bermartabat

“Jadi itu mungkin minyak bumi yang bocor dari kapal tanker,” ujarnya.

Meski begitu, pemerintah daerah tidak dapat mengambil kesimpulan sebelum hasil resmi penelitian dari kementerian keluar. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apakah cairan tersebut benar merupakan limbah minyak dari aktivitas kapal tanker atau berasal dari sumber lain yang belum teridentifikasi.

Temuan ini kini menjadi perhatian tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga bagi pemerintah pusat sebagai bagian dari evaluasi pengawasan jalur pelayaran dan distribusi minyak di wilayah Laut Jawa.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News