Menu

Mode Gelap

Kriminal · 11 Okt 2025 02:23 WITA

Polisi Bongkar Makam Bocah SD Korban Dugaan Bullying di Wonosobo, Autopsi Dilakukan Ungkap Penyebab Kematian


 Polisi Bongkar Makam Bocah SD Korban Dugaan Bullying di Wonosobo, Autopsi Dilakukan Ungkap Penyebab Kematian Perbesar

SOALINDONESIA–WONOSOBO Kepolisian Resor Wonosobo melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi terhadap jenazah TA (9 tahun), seorang siswa sekolah dasar yang meninggal dunia diduga akibat menjadi korban perundungan (bullying). Proses ekshumasi ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian bocah malang tersebut.

Proses ekshumasi dilakukan pada Kamis, 9 Oktober 2025, dengan melibatkan tim forensik dan tenaga medis untuk melakukan autopsi terhadap jenazah TA.

“Ekshumasi dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian jenazah yang sudah dimakamkan. Terutama jika ada dugaan kekerasan atau kematian yang tidak wajar,” ujar Kasatreskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, saat dikonfirmasi pada Jumat (10/10).

READ  Polda Metro Jaya Temukan Dua Pedemo yang Hilang Usai Aksi Agustus, Ternyata Pergi untuk Hidup Mandiri

Dugaan Kematian Tak Wajar

Menurut Arif, langkah ekshumasi ini merupakan bagian penting dalam proses pembuktian hukum, terutama bila terdapat indikasi kekerasan fisik yang menyebabkan kematian.

“Dan untuk kepentingan pembuktian dalam proses hukum,” tambah Arif.

TA sebelumnya dilaporkan sempat menjalani perawatan medis di RS PKU Wonosobo selama beberapa hari sebelum akhirnya meninggal dunia. Informasi yang beredar menyebutkan, TA diduga mengalami kekerasan yang berkaitan dengan tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan Saksi Masih Berlanjut

Dalam upaya penyelidikan, pihak kepolisian telah memeriksa enam orang saksi, yang terdiri dari orang tua korban, guru sekolah, serta warga di lingkungan sekitar.

READ  Polda Jabar: Pelaku Perusakan Saat Demo di Bandung Terafiliasi Kelompok Internasional, Didanai dari Luar Negeri

“Sampai saat ini kami sudah mintai keterangan 6 orang saksi. Orang tua, guru, dan lingkungan sekitar. Masih kami dalami,” ungkap Arif.

Polres Wonosobo menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan menyeluruh. Apabila ditemukan bukti kuat adanya unsur kekerasan atau kelalaian, maka akan dilakukan penindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Kejadian Ini Picu Keprihatinan Publik

Kasus kematian TA menjadi sorotan dan memicu keprihatinan publik, khususnya terkait isu perundungan di lingkungan sekolah. Warga dan aktivis perlindungan anak menyerukan agar pihak sekolah dan pemerintah daerah mengambil langkah tegas mencegah kasus serupa terulang.

READ  Tragis, Anak Perempuan 11 Tahun Berkebutuhan Khusus Ditemukan Tewas di Semak-Semak Merauke, Tubuh Penuh Luka Bacokan

Hingga berita ini diturunkan, hasil autopsi masih dalam proses pemeriksaan oleh tim forensik. Polisi menyatakan akan menyampaikan hasilnya kepada publik setelah proses investigasi selesai.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Polsek Mariso Amankan Empat Pelaku Penganiayaan di Jalan Rajawali Makassar

8 Januari 2026 - 20:33 WITA

Ammar Zoni Jalani Sidang Lanjutan, Bantah Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan

8 Januari 2026 - 20:17 WITA

Polisi Amankan Pelaku Curanmor di Makassar

8 Januari 2026 - 19:23 WITA

Polda Jatim Ungkap Motif Pembunuhan Mahasiswi UMM, Pelaku Diduga Sakit Hati dan Ingin Kuasai Harta Korban

30 Desember 2025 - 00:22 WITA

Polisi Bongkar Enam Klaster Sindikat Narkoba di DWP Bali, Selebgram DF Masuk Daftar Tersangka

23 Desember 2025 - 15:06 WITA

Polisi Selidiki Kasus Penyekapan dan Perampasan Motor di Pondok Gede, Pelaku Mengaku Anggota Polda Metro Jaya

18 Desember 2025 - 15:13 WITA

Trending di Kriminal