Menu

Mode Gelap

Nasional · 6 Okt 2025 02:16 WITA

Prabowo Instruksikan Menteri dan Gubernur Tindak Lanjuti Tragedi Ponpes Al Khoziny


 Prabowo Instruksikan Menteri dan Gubernur Tindak Lanjuti Tragedi Ponpes Al Khoziny Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi langsung kepada jajaran pembantunya, termasuk para menteri dan kepala daerah, untuk menangani secara serius tragedi robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Peristiwa memilukan ini telah menelan puluhan korban jiwa dan menjadi perhatian nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri acara Perayaan HUT ke-80 TNI di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu (5/10/2025).

“Beliau (Presiden Prabowo) memerintahkan kepada para menteri terkait, gubernur, dan wakil gubernur untuk memberikan perhatian penuh,” ujar Prasetyo kepada wartawan.

READ  Komisi III DPR Dukung Penuh Rencana Presiden Prabowo Bentuk Tim Reformasi Kepolisian

Presiden Terus Pantau Perkembangan

Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo secara aktif memantau perkembangan evakuasi dan penanganan korban. Ia menyebut Presiden menunjukkan kepedulian tinggi terhadap keselamatan para santri dan keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.

“Sudah, sudah. Beliau memonitor terus,” ujarnya menegaskan.

Evaluasi Nasional untuk Keamanan Pesantren

Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur bangunan di seluruh pondok pesantren di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.

“Evaluasi ke depan ke semua pondok pesantren, kita harapkan segera didata dan dipastikan keamanannya dari sisi bangunan-bangunan infrastruktur pondok masing-masing,” kata Prasetyo.

READ  Prabowo Ingin Setiap Kelas Punya Papan Interaktif Digital, Janji Kejar Uang Koruptor untuk Pembiayaan

Menurutnya, peristiwa di Al Khoziny menjadi peringatan serius tentang pentingnya standar keamanan konstruksi di lingkungan pendidikan, termasuk lembaga berbasis keagamaan.

Tragedi Al Khoziny Sidoarjo: Kronologi Singkat

Sebagai informasi, bangunan Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo roboh pada Senin sore, 29 September 2025, saat para santri sedang melaksanakan salat Ashar. Hingga hari ketujuh pencarian, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 45 korban meninggal dunia, dan puluhan lainnya luka-luka.

Proses evakuasi masih berlangsung hingga hari ini, dengan sejumlah pihak terkait termasuk BNPB, Basarnas, dan Kementerian PUPR dikerahkan untuk penanganan cepat di lapangan.

READ  Setelah Tuntaskan Misi Diplomatik di Kanada, Presiden Prabowo Bertolak ke Belanda

Langkah Lanjutan Pemerintah

Pemerintah pusat, melalui berbagai kementerian, akan mengambil sejumlah langkah lanjutan pasca insiden ini:

Pendataan kondisi bangunan seluruh ponpes di Indonesia

Verifikasi kelayakan struktur dan legalitas bangunan

Sosialisasi pentingnya izin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)

Penyusunan standar keamanan bangunan pendidikan berbasis pesantren

“Ini bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi kerja bersama untuk melindungi generasi bangsa di lingkungan pendidikan,” tutup Prasetyo

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional