Menu

Mode Gelap

News · 22 Apr 2026 00:05 WITA

Program Pemberdayaan Masjid Menag RI Mengakar di Sidrap, MUI dan Ormas Temui Tenaga Ahli Menag di Sidrap


 Program Pemberdayaan Masjid Menag RI Mengakar di Sidrap, MUI dan Ormas Temui Tenaga Ahli Menag di Sidrap Perbesar

SOAlINDONESIA—SIDRAP – Program pemberdayaan masjid yang digagas oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, terus menunjukkan dampak nyata di berbagai daerah. Di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), program ini bahkan telah melampaui ekspektasi, tidak hanya sebatas penguatan fungsi ibadah, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan umat.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam saat menemui Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Bunyamin M Yapid, di sela-sela agenda pelepasan jamaah haji di daerah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para tokoh agama melaporkan bahwa implementasi program pemberdayaan masjid di Sidrap telah berjalan optimal. Bahkan, menurut mereka, program tersebut telah berkembang jauh dari konsep awal.

“Program ini tidak hanya sebatas pemberdayaan biasa. Di Sidrap, sudah sampai pada tahap meningkatkan kesejahteraan umat, termasuk imam dan pengurus masjid,” ungkap salah satu perwakilan MUI.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan MUI Kabupaten Sidrap, di antaranya Ketua MUI Sidrap, Abdul Malik Tibe, bersama sekretaris serta para pengurus lainnya. Kehadiran mereka memperkuat komitmen kolektif dalam mendukung implementasi program pemberdayaan masjid yang tengah berjalan.

READ  Presiden Prabowo Akan Resmikan Enam Kodam Baru Saat Upacara Gepaopshormil di Bandung

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan di Villa Annur yang berlokasi di kawasan BTN Batu Lappa, Sidrap. Diskusi yang terbangun tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diwarnai dengan pertukaran gagasan strategis terkait penguatan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan sosial-keagamaan di tingkat lokal.

Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat

Dalam penjabaran program, konsep besar yang diusung Kementerian Agama adalah mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat peradaban. Tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga ruang produktif bagi umat.

Tenaga Ahli Menag RI, Bunyamin M Yapid, menegaskan bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat solusi sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

“Masjid harus hidup. Bukan hanya untuk shalat, tetapi juga menjadi tempat diskusi, pembinaan umat, hingga penyelesaian persoalan sosial-keagamaan,” ujarnya.

READ  Ada Apa dengan PLN Dua Pitue? Tambah Daya Berkali-kali, Listrik Tetap Tidak Stabil

Menurutnya, program pemberdayaan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kapasitas imam, penguatan manajemen masjid, hingga pengembangan ekonomi berbasis jamaah.

Kampanye Program hingga Daerah

Bunyamin juga dikenal aktif mengkampanyekan program-program strategis Menteri Agama hingga ke tingkat kabupaten/kota. Ia menilai keberhasilan program sangat bergantung pada keterlibatan langsung masyarakat dan tokoh agama di daerah.

“Program ini tidak bisa hanya berhenti di pusat. Harus dibumikan hingga ke daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan umat,” jelasnya.

Pendekatan ini terbukti efektif di Sidrap, di mana sinergi antara pemerintah, MUI, dan ormas Islam berjalan harmonis dalam mengembangkan fungsi masjid.

Peran Strategis Imam Masjid

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang juga memiliki kedekatan dengan komunitas imam sebagai bagian dari Ikatan Imam Masjid Indonesia, dinilai sangat memahami peran strategis seorang imam.

READ  Basuki Hadimuljono Laporkan Perkembangan IKN ke Istana, Fokus Penetapan Ibu Kota Politik 2028

Dalam berbagai kesempatan, Menag menegaskan bahwa imam tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga sebagai figur pembimbing umat dalam kehidupan sosial.

“Imam adalah pemimpin moral di tengah masyarakat. Karena itu, kesejahteraan dan kapasitas mereka harus diperhatikan,” menjadi salah satu pesan utama dalam program tersebut.

Menuju Kesejahteraan Berbasis Masjid

Keberhasilan program di Sidrap menjadi contoh konkret bagaimana masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan umat secara menyeluruh. Dari peningkatan kualitas keagamaan hingga penguatan ekonomi jamaah, semuanya terintegrasi dalam satu ekosistem berbasis masjid.

Para pimpinan MUI dan ormas berharap model ini dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia, sehingga masjid benar-benar menjadi pusat kemajuan umat, bukan hanya simbol spiritual semata.

Momentum pertemuan di Villa Annur ini sekaligus menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi antara ulama, ormas, dan pemerintah mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, dengan masjid sebagai titik sentral pembangunan umat.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Dijadwalkan Tiba di Makassar Besok, Tim Penyambutan Mulai Bersiap

16 Juni 2026 - 20:54 WITA

Jalan Rusak, UMKM dan Pertanian Jadi Keluhan Utama, Dr. Awaluddin Siap Kawal Aspirasi Warga Pakuli

14 Juni 2026 - 19:46 WITA

Harga Sawit Naik di Berbagai Daerah, Sulawesi Selatan Justru Stagnan, Petani Desak Pembentukan Satgas Harga Sawit

13 Juni 2026 - 19:18 WITA

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Trending di Nasional