Menu

Mode Gelap

Nasional · 3 Nov 2025 23:06 WITA

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu, Bantah Laporan Media Asing


 Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan IKN Tak Akan Jadi Kota Hantu, Bantah Laporan Media Asing Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepis pemberitaan media Inggris The Guardian yang menyebut pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terancam menjadi “kota hantu”. Ia menegaskan, proyek strategis nasional tersebut terus berjalan sesuai rencana, baik dari sisi pendanaan maupun progres fisik di lapangan.

Dalam artikel berjudul “Indonesia’s new capital, Nusantara, in danger of becoming a ‘ghost city’”, The Guardian menilai pembangunan IKN lambat dan belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan baru. Namun, Purbaya menegaskan bahwa penilaian tersebut keliru dan tidak berdasar pada fakta terkini.

“Kalau kata saya (IKN) tidak akan jadi kota hantu. Kalau perekonomian Indonesia sudah bagus, maka dana pemerintah akan banyak nanti. Jadi Anda tidak perlu takut, jangan dengar prediksi orang luar negeri, (mereka) itu sering salah,” ujar Purbaya usai Rapat Kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin (3/11/2025).

READ  Menkeu Purbaya Siap Tampung Keluhan Pelaku Usaha, Jadi "Hakim Dadakan" di Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah

Purbaya menjelaskan, pemerintah bersama sektor swasta terus mendorong pembangunan di kawasan IKN. Beberapa perusahaan swasta bahkan telah memperoleh izin untuk membangun perumahan dan infrastruktur pendukung.

“Yang jelas, yang kita setujui adalah perusahaan swasta yang bangun rumah di sana. Harusnya sudah mulai jalan pembangunan rumahnya. Nanti baru kalau perlu tahun-tahun berikutnya ada dana pemerintah kita keluarkan lagi,” ungkapnya, dikutip dari Antara.

Menurut Menkeu, langkah konkret di lapangan menjadi bukti bahwa proyek IKN tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus berprogres sesuai arahan Presiden RI.

“Tapi yang jelas, kita sudah setujui yang swasta yang bangun rumah di sana. Ada beberapa perusahaan dan semua masih jalan terus. Kita ikuti arahan Presiden seperti apa,” tambahnya.

Purbaya menegaskan bahwa pembangunan IKN bukan sekadar proyek pemindahan pusat pemerintahan, tetapi simbol pemerataan pembangunan nasional.

“Kalau ekonomi kita tumbuh baik, pembangunan IKN akan terus berlanjut. Ini bukan hanya proyek pemerintah, tapi proyek masa depan bangsa,” tuturnya.

READ  Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Tetap Solid Memasuki Tahun Kedua Pemerintahan Presiden Prabowo

OIKN Percepat Tahap Kedua Pembangunan

Sementara itu, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pembangunan IKN kini memasuki tahap kedua setelah terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.

Tahap ini mencakup pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif dengan anggaran sekitar Rp11,6 triliun. Kompleks legislatif seluas 42 hektar akan menampung Gedung Sidang Paripurna, Plaza Demokrasi, Serambi Musyawarah, museum, serta gedung kerja lainnya.

Sedangkan kompleks yudikatif seluas 15 hektar akan menjadi lokasi gedung Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Agung, dengan target penyelesaian dalam 25 bulan sejak November 2025.

Hingga kini, sekitar 7.000 pekerja konstruksi telah menghuni Hunian Pekerja Konstruksi (HPK), dan jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 20.000 untuk mempercepat pembangunan kawasan inti.

READ  Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif Raih Penghargaan CNBC Indonesia: Top Regional Food & Energy Security Champion 2025

Kritik Media Asing Harus Dijawab dengan Aksi Nyata

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai, label “kota hantu” dari media asing harus dijawab dengan kinerja konkret di lapangan. Ia mendorong OIKN dan pemerintah meningkatkan transparansi serta komunikasi publik agar publik dan investor memperoleh informasi yang akurat.

“Kota hantu itu maknanya peyoratif, artinya masa depannya gelap. Label itu harus dijawab oleh OIKN dengan kinerja yang lebih akseleratif, laporkan segala perkembangannya kepada publik,” ujar Khozin, Minggu (2/11/2025).

Khozin mengingatkan, persepsi negatif dari luar negeri bisa mempengaruhi minat investor. Oleh karena itu, strategi komunikasi publik yang efektif harus menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan internasional.

“Bagaimana pun, ekosistem pembangunan IKN juga membutuhkan masuknya investor asing. Image yang baik harus terus dijaga dengan berbasis kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional