Soalindonesia–Mataram – Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag), terus mendorong para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) meningkatkan kualitas akademik melalui studi lanjut dan riset berdampak. Untuk itu, Puspenma telah menyiapkan alokasi anggaran beasiswa pada 2026.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menegaskan pentingnya peningkatan kualifikasi dosen dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
“Menyambut Indonesia Emas 2045 mutlak dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, karenanya para dosen harus menempuh jenjang pendidikan tertinggi, hingga doktor,” tegas Ruchman dalam Pertemuan Eksekutif Pimpinan UIN Mataram, Kamis (26/2/2026).
Rekrut 1.900 Awardee BIB pada 2026
Sejak 2022, Kemenag berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan dalam pembiayaan program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB). Program ini menyasar dosen PTK, dosen agama di PTU, Ma’had Aly, guru, ustaz, kiai, guru PAI di sekolah, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, hingga pegawai Kemenag.
Ruchman menjelaskan, pada 2026 Puspenma kembali akan merekrut sekitar 1.900 awardee BIB untuk jenjang S1 hingga S3, baik di dalam maupun luar negeri.
“Dosen-dosen baru UIN Mataram yang sudah PNS segera studi lanjut S3, terutama ke luar negeri untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi di kancah nasional bahkan internasional,” harapnya.
Ia menambahkan, BIB Kemenag memberikan pendanaan penuh, mulai dari biaya studi, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku, dana seminar internasional, penulisan jurnal internasional, disertasi, hingga tunjangan keluarga.
Dorong Riset Indonesia Bangkit
Selain beasiswa, Puspenma juga mendorong dosen memanfaatkan pendanaan Riset Indonesia Bangkit (RIB) atau yang dikenal dengan MoRA The Air Funds. Program ini merupakan kolaborasi Kemenag dan LPDP untuk memperkuat riset kolaboratif yang berdampak pada pembangunan nasional.
Menurut Ruchman, UIN Mataram menjadi perguruan tinggi dengan perolehan Riset Indonesia Bangkit terbanyak pada 2024 dan 2025, baik dari sisi jumlah tim maupun nilai pendanaan yang dikelola.
Ia meminta para dosen, melalui koordinasi LPPM, mempersiapkan proposal riset terbaik untuk kompetisi 2026.
“Insya Allah akan kami buka pendaftarannya pada bulan Mei 2026, agar para dosen semangat melakukan penelitian dan memberikan solusi atas problem-problem sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
UIN Mataram Siap Jadi Mitra Strategis
Rektor UIN Mataram, Masnun Thahir, menyambut baik berbagai program strategis Puspenma, baik di bidang riset, beasiswa, maupun KIP Kuliah.
“UIN Mataram sangat siap dan terus mendorong para dosen untuk ikut ambil bagian dalam program-program strategis ini,” kata Masnun.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Puspenma dalam menghadirkan layanan pendanaan riset dan beasiswa.
“Para dosen dan pimpinan UIN Mataram siap menjadi mitra strategis dalam optimalisasi layanan riset dan beasiswa, karena kami sangat membutuhkannya,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Kerja Kerja Sama, Investasi Pendidikan dan Riset Puspenma Hendro Dwi Antoro, jajaran wakil rektor, dekan, kepala biro, ketua lembaga, kepala pusat, serta sejumlah dosen di lingkungan UIN Mataram.











