Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Nov 2025 18:21 WITA

Resmikan Digitalisasi Pembelajaran, Presiden Prabowo Soroti Banyaknya Sektor yang Harus Dibenahi


 Resmikan Digitalisasi Pembelajaran, Presiden Prabowo Soroti Banyaknya Sektor yang Harus Dibenahi Perbesar

SOALINDONESIA–BEKASI Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya tengah menghadapi pekerjaan besar di berbagai sektor nasional. Menurutnya, percepatan perbaikan di seluruh bidang harus berjalan bersamaan agar Indonesia mampu mengejar langkah pesat negara lain di tengah dinamika global.

Dalam peresmian program Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2025), Prabowo menyebut pendidikan sebagai salah satu pilar penting dalam kebangkitan bangsa.

“Pendidikan ini adalah fondasi. Tantangannya berat sekali, karena kita tidak bisa memperbaiki satu sektor dulu, lalu menunggu selesai baru masuk sektor lain. Kalau begitu, kita akan tertinggal,” ucap Prabowo di hadapan para guru dan siswa.

Dorong Reformasi di Semua Bidang: Birokrasi, BUMN, Kesehatan hingga Sektor Hukum

Prabowo kembali mengingatkan bahwa gelombang perubahan global bergerak sangat cepat. Agar tidak tersisih, Indonesia harus melakukan pembenahan besar-besaran di seluruh sendi pemerintahan.

READ  Menteri PKP Pastikan Data BPS Jadi Acuan Program 3.000 Rumah Subsidi di Maluku

“Birokrasi harus kita perbaiki, kebocoran harus dihentikan, korupsi harus diberantas. Begitu juga BUMN, hukum, kesehatan, ekonomi makro, semuanya perlu ditata kembali,” tegasnya.

Ia juga menekankan kebutuhan besar akan tenaga ahli di berbagai bidang.

“Kita butuh banyak dokter, dokter gigi, insinyur, ilmuwan. Kita perlu sumber daya manusia hebat untuk mengelola kekayaan negara dan memastikan semua rakyat merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, tidak seharusnya ada warga yang kelaparan di negara merdeka pada abad ke-21.

Rakyat Ingin Bukti, Bukan Banyak Bicara

Mengenang sumpahnya sejak muda, Prabowo menyatakan bahwa ia mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan tidak ingin melihat ketimpangan, terutama di kalangan anak sekolah.

“Anak-anak tidak boleh tidak makan. Kita harus bekerja bersama. Tidak ada gunanya saling benci atau mencurigai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat menunggu hasil nyata, bukan sekadar janji.

“Rakyat ingin hasil cepat. Tidak perlu banyak omon-omon, pinter ngomong. Yang dibutuhkan adalah kerja,” tegasnya.

READ  Mendikdasmen Abdul Mu’ti Imbau Sekolah Perketat Pengawasan Antar-Jemput Siswa, Cegah Kasus Penculikan Anak

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Mobil dan Motor Buatan Sendiri

Dalam acara yang sama, Prabowo mengungkapkan keyakinannya bahwa Indonesia dapat melompat lebih jauh di bidang teknologi dan manufaktur. Ia optimistis Indonesia segera mampu memproduksi kendaraan nasional.

“Kita akan punya mobil buatan sendiri, motor buatan sendiri. Semua becak pun nanti harus memakai motor listrik. Saya tidak ingin melihat pengemudi becak berusia 70 tahun masih mengayuh,” ujarnya.

Ia telah meminta jajarannya menyusun langkah strategis menuju mimpi besar Indonesia Emas 2045.

Distribusi IFP Masif: Ratusan Ribu Unit Sudah Tersalurkan

Prabowo juga memaparkan capaian terbaru program digitalisasi pembelajaran berupa penyediaan Interactive Flat Panel (IFP) ke seluruh sekolah. Hingga November 2025, sebanyak 215.572 perangkat telah disalurkan, dengan rincian 172.550 unit tiba di sekolah dan 43.022 unit sedang dalam perjalanan.

READ  Polri Akui 11 Persoalan Jadi Keluhan Publik, 67 Persen Kapolsek Masuk Kategori Underperformance

Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah terpencil tetap menjadi prioritas.

“Ada sekitar 140 sekolah di daerah pegunungan yang sulit dijangkau. Tapi Insyaallah kita akan sampai. TNI dan Polri akan membantu memastikan distribusi lancar,” tuturnya.

Prabowo meyakini upaya ini akan menjadi momentum besar bagi kualitas pendidikan nasional.

Studio Pembelajaran Nasional Siap Beri Akses Belajar Gratis

Tidak hanya perangkat fisik, Prabowo menegaskan pemerintah akan membangun studio pembelajaran di Jakarta yang memproduksi konten belajar berkualitas dan dapat diakses gratis oleh seluruh masyarakat.

“Guru-guru akan mengajar dari studio ke semua sekolah. Orang tua di rumah pun bisa mengakses modul lewat gadget, memberi les ke anaknya tanpa biaya. Semuanya untuk seluruh bangsa Indonesia,” jelasnya.

Prabowo menutup sambutannya dengan pesan optimisme.

“Ini baru permulaan. Masa depan kita sangat cerah. Kita akan menjadi bangsa yang besar.”

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional