Menu

Mode Gelap

Nasional · 27 Agu 2025 23:38 WITA

Ribuan Buruh Siap Kepung DPR Besok, 4.531 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan


 Ribuan Buruh Siap Kepung DPR Besok, 4.531 Personel Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Gelombang massa buruh diperkirakan akan kembali memadati jalanan menuju Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025). Ribuan pekerja dari Jabodetabek dan daerah lain di Indonesia siap menggelar aksi besar-besaran dengan sejumlah tuntutan yang dinilai krusial bagi nasib buruh.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menegaskan aksi ini akan berlangsung serentak di berbagai daerah.

“Aksi ini akan diikuti ribuan buruh dari Jabodetabek yang datang ke DPR RI, serta puluhan ribu buruh di daerah-daerah Indonesia,” ujar Said Iqbal, Rabu (27/8/2025).

Tuntutan Utama Buruh

Dalam aksi yang diberi tajuk Mega Demo Buruh, para pekerja membawa sejumlah tuntutan, antara lain:

READ  Pemerintah Setuju RUU Perampasan Aset Masuk Prolegnas 2025, Pakar Desak DPR Segera Bahas

Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah (HOSTUM).

Kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.

Stop PHK: Pembentukan Satgas PHK nasional.

Reformasi Pajak Perburuhan, termasuk kenaikan PTKP menjadi Rp7,5 juta/bulan, penghapusan pajak pesangon, pajak THR, pajak JHT, serta diskriminasi pajak perempuan menikah.

Pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.

Pengesahan RUU Perampasan Aset untuk memperkuat pemberantasan korupsi.

Revisi RUU Pemilu guna merancang ulang sistem Pemilu 2029.

4.531 Personel Gabungan Disiagakan

Untuk mengantisipasi potensi kericuhan, Polda Metro Jaya menyiapkan 4.531 personel gabungan TNI-Polri.

“Sebanyak 2.174 personel dari Polda Metro Jaya, 1.725 dari BKO (TNI AD, Marinir, Brimob Mabes, Den C, Kodim Jakarta, Kogas Sabhara, Satpol PP, dan Dishub), serta 632 dari Polres jajaran,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

READ  Menkeu Purbaya Terima APPSI, Bahas Penguatan Sinergi Fiskal melalui TKD dan DBH

Selain Gedung DPR, titik konsentrasi massa juga diperkirakan terjadi di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi.

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Ade Ary mengatakan, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional. Bila massa menutup ruas jalan depan DPR, arus lalu lintas akan dialihkan ke jalur alternatif.

Skenario juga disiapkan jika massa nekat masuk Tol Dalam Kota. Kendaraan akan dikeluarkan lewat exit depan Polda, exit Tegal Parang, atau exit Slipi.

“Langkah ini semata-mata untuk menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Imbauan Jaga Ketertiban

Polisi mengimbau massa aksi tetap tertib dan tidak bertindak anarkis.

READ  Ridwan Kamil Lanjutkan Laporan Polisi terhadap Lisa Mariana: Mediasi Gagal, Proses Hukum Jalan Terus

“Kami mohon kepada para buruh untuk menjaga ketertiban, menyampaikan aspirasi dengan damai, sesuai aturan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan,” kata Ade Ary.

Ia juga meminta masyarakat yang tidak berkepentingan di kawasan DPR mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan.

“Kami memohon maaf jika ada pengalihan arus lalu lintas yang menimbulkan ketidaknyamanan. Semua ini demi keamanan, keselamatan, dan kelancaran bersama,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional