Menu

Mode Gelap

Nasional · 31 Agu 2025 22:08 WITA

Sejumlah Menteri Kompak Bela Prabowo di Tengah Gelombang Demonstrasi


 Sejumlah Menteri Kompak Bela Prabowo di Tengah Gelombang Demonstrasi Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sejumlah menteri kompak menyatakan dukungan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui unggahan foto di media sosial pada Minggu (31/8). Unggahan itu berisi pembelaan terhadap langkah Prabowo yang disebut berani membongkar mafia dan praktik korupsi di berbagai sektor strategis negara.

Pantauan kumparan menunjukkan sedikitnya tiga menteri yang ikut membagikan foto tersebut, yakni Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Dalam foto itu, tercantum kalimat senada meski dengan desain dan latar berbeda. Isinya menegaskan bahwa tidak ada presiden sebelumnya yang berani melawan mafia pangan, minyak goreng, migas, hingga membuka persoalan tantiem triliunan rupiah di BUMN.

READ  Viral Jawaban AI UGM soal Jokowi, Universitas Tegaskan Presiden Lulus dari Fakultas Kehutanan

“Kenapa di saat semua itu Bapak buka dan mulai bersih-bersih, semakin Bapak yang diserang?” demikian kutipan dalam unggahan tersebut.

Zulhas dan Trenggono menyertakan keterangan singkat dalam unggahannya. “Kami bersamamu Pak Presiden,” tulis keduanya.

Sementara itu, Karding menuliskan pernyataan lebih panjang. Ia mengaku memahami kegelisahan publik di tengah situasi saat ini, namun menekankan bahwa langkah Presiden Prabowo harus terus dikawal.

“Selama bertahun-tahun kita melihat bagaimana mafia pangan, mafia migas, hingga korupsi di BUMN begitu mengakar, dan tidak ada yang berani menyentuhnya. Hari ini, ketika Presiden mulai membuka dan membersihkan, justru serangan semakin deras datang kepada beliau.

READ  Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan kepada 141 Tokoh, Termasuk Sejumlah Menteri dan Wamen

Karena setiap upaya pemberantasan selalu melahirkan perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan,” ujar Karding.

Ia menegaskan bahwa tugas menteri adalah memastikan agenda bersih-bersih tetap berjalan. “Negara harus hadir. Saudara-saudara kita berhak melihat bahwa kekayaan bangsa ini dikelola untuk kepentingan bersama, bukan untuk mafia atau segelintir kelompok,” tegas Karding.

Dukungan para menteri ini muncul di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa hari terakhir.

Aksi massa banyak menyorot DPR RI terkait tunjangan yang dinilai berlebihan, sekaligus menuntut pertanggungjawaban aparat kepolisian setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis Brimob.

READ  Menhan Sjafrie: Presiden Prabowo Tetap di Indonesia, Perintahkan TNI-Polri Bertindak Tegas
Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional