Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Okt 2025 19:02 WITA

Surya Paloh Temui Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Bantah Titip Pesan untuk Presiden Prabowo: “Murni Silaturahmi Kebangsaan”


 Surya Paloh Temui Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Bantah Titip Pesan untuk Presiden Prabowo: “Murni Silaturahmi Kebangsaan” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Rabu (15/10/2025). Pertemuan yang berlangsung hangat itu disebut hanya sebagai silaturahmi kebangsaan, bukan pembahasan politik atau pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Hermawi Taslim menegaskan bahwa tidak ada pesan apapun yang dititipkan oleh Surya Paloh untuk Presiden Prabowo melalui Menhan Sjafrie.

“Tidak ada pesan-memesan,” ujar Hermawi saat dikonfirmasi, Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, pertemuan tersebut murni bertujuan mempererat komunikasi dan bertukar pikiran mengenai situasi nasional terkini.

“Silahturahmi kebangsaan, bertukar pikiran soal situasi aktual yang terjadi sekarang,” singkatnya.

Surya Paloh: Tidak Bahas Soal NasDem Masuk Kabinet

Sebelumnya, Surya Paloh secara terbuka menepis anggapan bahwa pertemuannya dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin membahas kemungkinan Partai NasDem bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

READ  Gus Yahya Rombak Struktur PBNU di Tengah Polemik Pencopotan, Tegaskan Transformasi Organisasi Tetap Berjalan

“Akhirnya, tidak semuanya pembicaraan kita itu mengarah kepada apakah memang sekarang yang NasDem di luar kabinet nanti ada pembicaraan ke arah kabinet — enggak ada,” tegas Surya Paloh di kantor Kemenhan, Jakarta.

Menurut Paloh, fokus utama pembicaraan adalah soal optimisme dan semangat kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

Bahas Optimisme Bangsa dan Pertemuan Lanjutan

Surya Paloh mengungkapkan, perbincangan dengan Sjafrie berlangsung terbuka dan konstruktif. Ia bahkan memastikan akan ada pertemuan lanjutan untuk melanjutkan komunikasi yang dinilainya penting dalam memperkuat kehidupan berbangsa.

READ  Eko Patrio & Uya Kuya Mundur dari DPR RI, Kursi Akan Segera Diganti Lewat PAW

“Apakah memang ada pertemuan lanjutan? Ya pasti ada. Komunikasi kita tidak mungkin hanya selesai pada hari ini,” ujarnya.

“Bisa saja komunikasi itu tidak selamanya bisa dipahami dan dilaporkan oleh kawan-kawan pers. Tapi yang jelas, ini bagian dari dialog kebangsaan yang sehat,” sambungnya.

Bangun Semangat dan Persatuan Nasional

Surya Paloh menilai pertemuan tersebut membawa manfaat besar, terutama dalam menumbuhkan semangat kebersamaan lintas pandangan politik.

“Jadi ini saling memperkuat dan membesarkan hati, itu pada intinya. Membesarkan hati ini tentu kita harapkan melahirkan sebuah motivasi yang lebih kokoh, lebih kuat, memberikan keyakinan dan kesadaran kita, bahwa seberat-beratnya perjuangan apapun yang kita hadapi, itu bisa kita hadapi bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan, selama semua pihak menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, maka dialog antar tokoh bangsa seperti ini akan membawa manfaat besar bagi Indonesia.

READ  Menteri Pertahanan Apresiasi Penangkapan WNA Penyelundup Nikel di Bandara IWIP Maluku Utara

“Kalau memang diikhlaskan, diniatkan untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, itu satu. Saya pikir pemikiran kami sama,” tambahnya.

Konteks Politik: Komunikasi Terbuka Antar-Elite

Pertemuan antara Surya Paloh dan Sjafrie Sjamsoeddin ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah dinamika politik pasca satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Meskipun NasDem masih berada di luar koalisi pemerintahan, Paloh menegaskan bahwa komunikasi politik lintas partai dan tokoh adalah hal yang wajar dan penting bagi demokrasi yang sehat.

Dengan demikian, pertemuan tersebut diyakini tidak mengandung manuver politik terselubung, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan semangat kebangsaan di antara para tokoh nasional.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional