Menu

Mode Gelap

Nasional · 31 Okt 2025 00:00 WITA

Viral Mobil Berlabel BGN Angkut Babi dan Ayam di Nias Selatan


 Viral Mobil Berlabel BGN Angkut Babi dan Ayam di Nias Selatan Perbesar

SOALINDONESIA – NIAS SELATAN Sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan mobil berlabel Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) digunakan untuk mengangkut hewan ternak, yaitu ayam dan babi, memicu kegaduhan. Menyikapi hal ini, BGN mengambil langkah tegas dengan melaporkan pemilik mobil ke pihak kepolisian atas dugaan penyalahgunaan logo dan nama lembaga.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang, di Jakarta, menegaskan bahwa mobil yang terekam dalam video tersebut bukan milik resmi BGN maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

READ  Menhan Sjafrie: Presiden Prabowo Siap Kerahkan 20.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Fokus Kesehatan dan Konstruksi

“Kami memastikan bahwa mobil itu bukan milik BGN, dan juga bukan milik salah satu dapur BGN. Saya sudah minta Korwil (Koordinator Wilayah) untuk lapor ke polisi, karena penyalahgunaan nama dan merek BGN,” ujar Nanik.

Milik Calon Mitra yang Belum Terverifikasi

Berdasarkan penelusuran oleh Tim Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN, kendaraan tersebut diketahui milik Yayasan Fahasara Dodo Jamejawa Lasori, sebuah yayasan lokal di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Nanik menjelaskan bahwa yayasan tersebut baru mengajukan diri sebagai calon mitra SPPG.

“Mereka masih dalam proses pengajuan. Artinya, mereka belum memiliki ikatan kerja sama dengan BGN. Mereka belum terverifikasi,” tegas Nanik S Deyang.

Insiden yang terjadi di Kecamatan Lahusa, Nias Selatan, ini terekam pada 24 Oktober 2025 dan mulai viral setelah diunggah ke media sosial pada 30 Oktober 2025. Koordinator Wilayah BGN Nias Selatan telah bertemu dengan pemilik yayasan untuk meminta pertanggungjawaban.

READ  Presiden Prabowo Hadiri Parade Hari Nasional Singapura 2025, Disambut PM Lawrence Wong

Pelaporan ke polisi dilakukan karena pemilik kendaraan telah menggunakan logo SPPG dan Badan Gizi Nasional sebagai atribut mobil mereka, padahal status mereka masih sebagai calon mitra dan belum memiliki kontrak kerja sama resmi. BGN memandang ini sebagai pelanggaran serius terkait penggunaan identitas lembaga negara.

 

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

Trending di Nasional