Menu

Mode Gelap

Nasional · 10 Sep 2025 02:13 WITA

Wamenag: Urusan Haji dan Umrah Resmi Dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah


 Wamenag: Urusan Haji dan Umrah Resmi Dialihkan ke Kementerian Haji dan Umrah Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menyatakan bahwa seluruh urusan penyelenggaraan haji dan umrah resmi dialihkan dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah. Hal itu disampaikan usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (9/9/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Menteri Sekretaris Negara, Wakil Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin.

“Hari ini di kantor Kementerian Sekretariat Negara, kita melakukan sinkronisasi Perpres tentang Kementerian Haji dan Umrah dengan undang-undang pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang baru saja ditetapkan,” ujar Romo Syafi’i.

READ  Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Penerapan E-Audit oleh Itjen Kemenag: Langkah Maju Pengawasan Digital

Dengan terbentuknya kementerian baru ini, kata Wamenag, seluruh kewenangan terkait haji dan umrah tidak lagi menjadi tanggung jawab Kementerian Agama.

“Maka dengan ditetapkannya Kementerian Haji dan Umrah, semua urusan penyelenggaraan haji dan umrah sudah tidak lagi di Kementerian Agama, tapi dialihkan sepenuhnya kepada Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya.

Transisi kelembagaan itu juga mencakup perpindahan pegawai, tugas dan fungsi, serta aset. “Ditentukan menyangkut tentang perpindahan personil, juga tugas dan fungsi dari personil itu berikut dengan aset. Ini tentu harus ada pembicaraan-pembicaraan yang transisional,” tambahnya.

READ  Silaturahmi Bersama Tokoh Agama di Bali,Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H.: Keberagaman Adalah Kekayaan Bangsa yang Harus Dirawat

Dalam rapat tersebut, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara menekankan agar pelayanan haji ke depan harus lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Presiden sangat menginginkan pertama, agar pelayanan haji ke depan itu harus semakin lebih baik dari pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Romo Syafi’i.

Presiden juga berharap persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan haji tidak lagi terulang. “Maka dengan adanya penanganan khusus oleh kementerian ini, kita tidak mendengar lagi perulangan persoalan pelaksanaan haji dan umrah,” jelasnya.

Selain itu, efisiensi ongkos haji menjadi perhatian khusus. Pemerintah diminta untuk menyusun skema yang lebih sederhana, baik melalui pengurangan durasi tinggal di Arab Saudi, mekanisme penerbangan, hingga akurasi penetapan layanan seperti katering, hotel, dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

READ  Menag Nasaruddin Umar: PTKN Harus Siap Berenang di Samudera, Bukan Lagi Kolam Kecil

“Ke depan, tamu-tamu Allah harus benar-benar dimuliakan, dan penyelenggaraannya menjadi amanah pemerintah yang kini diperkuat dengan adanya Kementerian Haji dan Umrah,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional