Menu

Mode Gelap

Nasional · 12 Sep 2025 14:40 WITA

Wapres Gibran Tinjau Pasar Badung dan Kumbasari Usai Banjir, Pedagang Keluhkan Kerugian


 Wapres Gibran Tinjau Pasar Badung dan Kumbasari Usai Banjir, Pedagang Keluhkan Kerugian Perbesar

SOALINDONESIA–DENPASAR Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau Pasar Kumbasari dan Pasar Badung di Kota Denpasar, Bali, pada Jumat (12/9). Kunjungan ini dilakukan setelah kedua pasar tradisional tersebut porak-poranda akibat banjir besar yang melanda wilayah itu.

Gibran didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta dan Wali Kota Denpasar I Ngurah Jaya Negara. Ia berkeliling memantau bangunan pasar yang masih dipenuhi lumpur tebal.

Di sela kunjungan, Gibran sempat dikerumuni sejumlah pedagang, salah satunya Rosa (49), warga asal Jebres, Kota Solo, yang sudah berjualan perabot di Pasar Kumbasari sejak 1995.

READ  Wapres Gibran Serukan Solidaritas Global di KTT G20 Johannesburg, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Ketahanan Pangan

“Saya bilang saya orang Solo, dari Jebres, lalu ditanya jualan apa. Saya jawab jualan perabot, katanya mau dibantu tapi masih didata,” ujar Rosa.

Rosa mengaku hampir seluruh barang dagangannya hanyut dan hanya sempat menyelamatkan satu ember perkakas rumah tangga. Rumahnya pun terendam banjir hingga sepinggang. “Saya harap bisa balik modal, beli dagangan baru,” katanya.

Wapres Janji Perbaikan Cepat

Saat ditanya soal bentuk bantuan dan nilai anggaran yang disiapkan, Gibran memilih irit bicara.

“Pokoknya fasilitas umum segera diperbaiki dan secepatnya. Target secepatnya,” ucap Gibran singkat.

READ  Presiden Prabowo Undang Menteri dan Tokoh Masyarakat ke Istana Negara

Kerugian Capai Puluhan Miliar

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, IB Kompyang Wiranata, mengatakan kerugian akibat banjir di Pasar Badung dan Kumbasari mencapai puluhan miliar rupiah.

Di Pasar Badung, ada sekitar 1.698 pedagang terdampak, namun sebagian besar hanya kendaraan yang rusak. Sedangkan di Pasar Kumbasari, lebih dari 1.000 pedagang kehilangan dagangan mereka. Data kerugian masih terus dihimpun.

Banjir yang dipicu hujan deras dan luapan Tukad Badung itu juga menyebabkan listrik padam, 44 motor terendam, 5 truk sampah dan sejumlah mobil ikut terendam di basement parkir.

READ  Kericuhan Kwitang Meluas ke Otista, Polisi Ungkap Anggota Lalin Sempat Diculik

Target Normalisasi Pasar 5–10 Hari

Wiranata berharap aktivitas perdagangan segera kembali pulih.

“Kami koordinasi dengan BPBD dan dinas terkait untuk pembersihan lumpur. Air sudah surut, sekarang fokus ke lumpur dan debu. Targetnya 5 sampai 10 hari pasar bisa kembali beroperasi penuh,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional