Menu

Mode Gelap

Nasional · 7 Sep 2025 00:06 WITA

Yusril Ihza Minta Tersangka Penghasutan Demo Ricuh Gentleman Hadapi Proses Hukum


 Yusril Ihza Minta Tersangka Penghasutan Demo Ricuh Gentleman Hadapi Proses Hukum Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan agar Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen, beserta para tersangka kasus dugaan penghasutan demonstrasi ricuh akhir Agustus lalu, menghadapi proses hukum secara gentleman.

Yusril mengatakan, setiap orang yang disangkakan melakukan kejahatan memiliki hak untuk membela diri, baik melalui advokat maupun mekanisme hukum lain.

“Kalau misalnya oleh aparat disangka dia melakukan satu kejahatan, dan menurut aparat penegak hukum ada bukti-bukti permulaan yang cukup, dia juga bisa menggunakan advokat untuk menyanggah semua itu. Bisa juga ajukan pra-peradilan kalau merasa bukti-bukti aparat tidak cukup. Yang penting hadapi secara gentleman,” ujar Yusril di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (4/9).

READ  Menag Prof Nasaruddin Umar Terima Kunjungan Ulama Saudi, Bahas Penguatan Pendidikan Islam Global

Reaksi Publik di Media Sosial

Pernyataan Yusril itu memantik respons publik, terutama di akun X pribadinya. Sejumlah warganet menyoroti pernyataan soal penghasutan.

“Harusnya setiap kasus penghasutan, apalagi massal, dicari dulu orang-orang yang terhasut yang gegara hasutan tersebut melakukan pelanggaran hukum. Harus dibuktikan dulu,” tulis akun @irhamna.

Menjawab komentar tersebut, Yusril menjelaskan bahwa dalam hukum pidana, menghasut termasuk delik formil, bukan delik materil.

“Kalau delik materil seperti menganiaya atau membunuh, akibat dari perbuatan harus ada baru bisa dipidana. Tapi kalau delik formil, akibat tidak perlu ada. Menghasut itu sendiri sudah merupakan tindak pidana, ada akibat atau tidak ada akibat bukan masalah,” jelas Yusril lewat akun X @Yusrilihza_Mhd.

READ  Kasad Tegaskan Tidak Lindungi Prajurit, Kopda FH dan Serka N Kopassus Ditahan Terkait Kasus Pembunuhan Kacab Bank

Yusril Singgung Pengalaman Pribadi

Yusril mencontohkan saat dirinya pernah dijadikan tersangka dalam kasus Sisminbakum pada era Jaksa Agung Hendarman Supandji. Ia mengaku memilih menghadapi proses hukum tanpa menghindar.

“Ya, saya hadapi mereka. Jaksa Agung Hendarman dinyatakan tidak sah dan diberhentikan. Romli dilepaskan MA. Saya diterbitkan SP3 oleh Jaksa Agung Basrif, digugat ke PN Jaksel, dan dimenangkan. SP3 saya dikukuhkan oleh pengadilan dan inkracht,” kata Yusril.

Ia pun menegaskan kembali bahwa semua pihak, baik tersangka kasus penghasutan maupun korupsi, harus menghadapi proses hukum dengan kesatria.

READ  Sambut Positif Pidato Prabowo, Arianto Kogoya Minta Pemerataan hingga Papua Pegunungan

“Semua orang yang menghadapi sangkaan atau tuduhan harus menghadapinya dengan gentleman. Dalam kasus apapun, tidak ada kecualinya,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional