Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jul 2026 17:05 WITA

BGN Akui Masih Miliki Tunggakan Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, Pembayaran Diproses Lewat DIPA 2026


 BGN Akui Masih Miliki Tunggakan Rp1,6 Triliun ke Pihak Ketiga, Pembayaran Diproses Lewat DIPA 2026 Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan masih memiliki tunggakan pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp1,6 triliun yang berasal dari pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025. BGN memastikan seluruh kewajiban tersebut akan diselesaikan melalui mekanisme pembayaran tunggakan menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2026.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Rapat tersebut digelar untuk membahas pertanggungjawaban laporan keuangan BGN Tahun Anggaran 2025, sementara Kepala BGN Nanik S. Deyang berhalangan hadir karena sakit.

READ  Mensesneg: Perpres Makan Bergizi Gratis Segera Terbit, Fokus Perbaiki Tata Kelola

Agustina menjelaskan bahwa dalam laporan keuangan BGN terdapat sejumlah catatan penting yang tidak hanya berisi angka-angka, tetapi juga penjelasan kualitatif mengenai kondisi keuangan lembaga.

“Salah satu catatan penting adalah adanya tunggakan tahun 2025 sebesar Rp1,6 triliun. Kegiatan tersebut sudah selesai dilaksanakan, namun hingga kini belum dibayarkan. Pembayarannya akan dilakukan melalui mekanisme tunggakan menggunakan DIPA Tahun 2026,” ujar Agustina.

Ia menyebut nilai tunggakan tersebut mencapai Rp1.613.806.733.685. Saat ini, BGN masih melakukan proses revisi anggaran bersama Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan agar pembayaran dapat segera direalisasikan.

Menurut Agustina, pencairan tunggakan masih harus melalui sejumlah tahapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

READ  Puluhan Pelajar di Lampung Timur Diduga Keracunan Makanan Program MBG, Roti Sosis Diduga Penyebabnya

“Beberapa pembayaran harus melalui proses review terlebih dahulu. Ada yang direviu oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Inspektorat, hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tergantung nilai tagihannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mitra atau pihak ketiga yang hingga kini belum menerima pembayaran dari BGN.

“Kami memohon maaf kepada seluruh pihak ketiga yang masih memiliki tagihan kepada BGN. Pembayaran belum dapat dilakukan seluruhnya karena masih menunggu penyelesaian proses administrasi yang sedang berjalan,” katanya.

Lebih lanjut, Agustina mengungkapkan bahwa dari total tunggakan Rp1,6 triliun tersebut, sebanyak Rp870.496.364.119 telah dikoreksi dan dicatat sebagai utang kepada pihak ketiga dalam neraca per 31 Desember 2025.

READ  Pemerintah Setuju RUU Perampasan Aset Masuk Prolegnas 2025, Pakar Desak DPR Segera Bahas

Ia menjelaskan bahwa angka tersebut masih berpotensi berubah karena proses verifikasi dan penyesuaian nilai tagihan masih berlangsung.

“Tagihan yang diajukan pihak ketiga masih harus disesuaikan dengan hasil verifikasi. Ada kemungkinan nilainya bertambah ataupun berkurang sesuai hasil pemeriksaan, sehingga masih dilakukan proses penyesuaian (adjustment),” pungkasnya.

BGN berharap proses revisi anggaran dan verifikasi administrasi dapat segera rampung sehingga seluruh kewajiban kepada pihak ketiga dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

17 Juli 2026 - 21:58 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan

17 Juli 2026 - 21:51 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Trending di Nasional