Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jul 2026 22:24 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31


 Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31 Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyerukan agar organisasi kerja sama D-8 (Development Eight) memperkuat peran dalam memperjuangkan kepentingan bersama negara-negara berkembang pada Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP31) yang akan digelar di Turki pada November 2026.

Seruan tersebut disampaikan Rizal saat mewakili Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam Pertemuan Tingkat Menteri Lingkungan D-8 menjelang COP31 yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada 16–17 Juli 2026.

“D-8 harus menjadi platform bagi negara-negara Muslim dengan ekonomi besar untuk memperjuangkan kepentingan bersama pada COP31,” kata Rizal dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

READ  Kuasa Hukum Nadiem Makarim Klarifikasi Soal Grup WhatsApp yang Disebut Terkait Kasus Chromebook Rp 1,98 Triliun

Menurut Rizal, Indonesia mendukung Presidensi Turki pada COP31 dan berharap konferensi tersebut menghasilkan langkah-langkah nyata berdasarkan berbagai kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya, terutama terkait pendanaan bagi aksi iklim global.

Ia menilai negara-negara anggota D-8 memiliki kepentingan yang sama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sehingga dapat menjadi motor penggerak untuk memperjuangkan sistem pendanaan yang lebih adil.

“Hal tersebut akan menjadi perekat bagi negara-negara D-8 untuk bersama memperjuangkan aksi iklim, khususnya pada pendanaan untuk transisi ekonomi yang adil,” ujarnya.

Selain isu pendanaan, Indonesia juga berharap COP31 mampu menghasilkan kemajuan yang seimbang pada berbagai aspek penting, mulai dari mitigasi, adaptasi, hingga dukungan bagi negara-negara berkembang melalui pendanaan yang memadai, alih teknologi, dan penguatan perlindungan sosial.

READ  Mengapa Gempa Bekasi Karawang 4,9 M Terasa Lebih Kuat? Ini Penjelasan BMKG

Rizal turut mengingatkan pentingnya komitmen negara-negara maju dalam memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 9 Kesepakatan Paris, yakni memberikan dukungan pembiayaan kepada negara berkembang tanpa menambah beban utang maupun membatasi ruang kebijakan nasional.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara menjelaskan bahwa pertemuan tingkat menteri tersebut menjadi forum bagi negara-negara anggota D-8 untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan posisi menjelang perundingan COP31.

Pertemuan itu juga menghasilkan Deklarasi Istanbul, yang memuat komitmen bersama negara-negara D-8 untuk mendukung penyelenggaraan COP31 yang berimbang, inklusif, berorientasi pada implementasi, serta mampu mendorong pembangunan berkelanjutan.

READ  Kepemimpinan yang Hadir di Tengah Rakyat, Wilem–Yotam Dinilai Bangun Fondasi Tolikara

Sebagai informasi, COP31 atau Konferensi Para Pihak ke-31 untuk Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki, pada 9–20 November 2026. Konferensi tersebut akan menjadi forum penting bagi negara-negara dunia dalam merumuskan langkah lanjutan menghadapi krisis perubahan iklim global.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

17 Juli 2026 - 21:58 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan

17 Juli 2026 - 21:51 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Bahlil Prioritaskan Warga Lokal dalam Proyek LNG Abadi Masela, Dorong Ganti Untung untuk Masyarakat

17 Juli 2026 - 17:44 WITA

Trending di Nasional