Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jul 2026 21:58 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026


 Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 725.669 titik lokasi di berbagai wilayah Indonesia berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, yang memanfaatkan fenomena astronomi Rashdul Qiblat atau saat matahari tepat berada di atas Ka’bah untuk memverifikasi arah kiblat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan antusiasme besar terhadap gerakan nasional tersebut.

“Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026,” ujar Arsad Hidayat di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menurut Arsad, titik verifikasi arah kiblat tersebut tersebar di berbagai jenis fasilitas, terdiri atas 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, serta 31.466 lokasi lainnya. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena dalam satu titik lokasi verifikasi dapat dilakukan pada lebih dari satu bangunan.

READ  Kesultanan Buton Anugerahkan Gelar Adat Mia Ogena I Sara Agama kepada Menag Nasaruddin Umar

Pusat pemantauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 dipusatkan di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ciawi, Bogor. Sebelum pelaksanaan gerakan, Kemenag juga menggelar International Seminar on Islamic Astronomy yang menghadirkan pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Fenomena Rashdul Qiblat sendiri merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun ketika matahari berada tepat di titik zenit Ka’bah. Pada momen tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Pada tahun 2026, fenomena ini berlangsung pada 15–16 Juli, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk. Garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Ka’bah.

READ  Gus Yahya Tegaskan Masih Sah sebagai Ketum PBNU, Sebut Surat Pemberhentian Syuriyah Cacat Prosedur

“Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini,” kata Arsad.

Selain memverifikasi arah kiblat, gerakan ini juga bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terhadap ilmu falak sebagai salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan. Kemenag berharap kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya ilmu astronomi Islam sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di masjid, musala, rumah, maupun fasilitas umum lainnya.

Program ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Sekretaris PCNU Kota Semarang, Jumarno, menilai Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat sangat bermanfaat karena memberikan cara yang sederhana namun akurat bagi masyarakat dalam memastikan arah kiblat.

READ  Menag Nasaruddin Umar: Pondok Pesantren Telah Mengabdi 300 Tahun Membangun Peradaban Bangsa

“Terima kasih atas program Gerakan Indonesia Berkiblat yang diprakarsai oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah,” ujar Jumarno.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan

17 Juli 2026 - 21:51 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Bahlil Prioritaskan Warga Lokal dalam Proyek LNG Abadi Masela, Dorong Ganti Untung untuk Masyarakat

17 Juli 2026 - 17:44 WITA

Trending di Nasional