Menu

Mode Gelap

Nasional · 2 Agu 2026 18:47 WITA

Brand Lina Sukijo Diterima Khusus Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saeedi, Kolaborasi Mode Muslimah Mendunia Segera Terwujud


 Brand Lina Sukijo Diterima Khusus Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saeedi, Kolaborasi Mode Muslimah Mendunia Segera Terwujud Perbesar

SOALINDONESIA—KAIRO – Sebuah langkah besar kembali ditorehkan brand fesyen muslim Indonesia. Brand Lina Sukijo (LS) bersama putrinya Nufia Sukijo mendapat kehormatan diterima secara khusus oleh Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saeedi, perempuan pertama dalam sejarah 1.000 tahun Al-Azhar yang dipercaya sebagai Penasihat Grand Syekh Al-Azhar untuk urusan mahasiswa internasional dan ekspatriat.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi awal dari sebuah kolaborasi yang diyakini akan membawa wajah baru busana muslimah ke panggung dunia Islam.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. Nahla mengungkapkan rasa bahagianya dapat bertemu langsung dengan Lina Sukijo beserta keluarga.

“Saya sangat senang sekali. Kehadiran kalian benar-benar menyenangkan hati saya. Sudah lama saya memimpikan untuk memberikan perhatian lebih kepada busana muslimah. Bahkan saya pernah berpikir untuk menyekolahkan anak saya di bidang desain fesyen. Mungkin inilah cara Allah mempertemukan kita,” ungkap Prof. Nahla.

READ  KPK Mulai Periksa Travel Haji di Daerah Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Tambahan 2023–2024

Pernyataan itu disambut haru oleh Lina Sukijo dan putrinya, Nufia Sukijo, yang selama ini dikenal mengembangkan karya-karya fesyen muslim dengan sentuhan elegan, modern, namun tetap menjaga nilai-nilai syariat.

Dalam kesempatan itu, Nufia Sukijo menyampaikan kekagumannya terhadap sosok Prof. Nahla yang dinilai memiliki pemikiran besar dalam memajukan perempuan muslim dunia.

“Kami sangat mengagumi Prof. Nahla. Beliau memiliki pemikiran luar biasa dari sisi keilmuan dan agama. Kami ingin menghadirkan penampilan yang berbeda bagi beliau, sehingga sosok Prof. Nahla yang menjadi perhatian dunia Islam juga dapat menjadi inspirasi dalam berbusana muslimah yang anggun, elegan, dan tetap sesuai syariat,” ujar Nufia.

Menurutnya, fesyen muslim memiliki ruang yang sangat luas untuk menunjukkan keindahan Islam kepada dunia.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa busana muslim tidak harus selalu identik dengan warna hitam atau model yang seragam. Islam mengajarkan keindahan, sehingga pakaian muslimah juga bisa tampil elegan, sopan, berkelas, dan tetap menjaga nilai-nilai syariat,” tambahnya.

READ  SBY Kritik Keras Negara-Negara Dunia: Abaikan Krisis Iklim, Utamakan Kepentingan Geopolitik

Kesamaan visi itu rupanya menjadi titik temu antara Prof. Nahla dan keluarga Lina Sukijo.

Prof. Nahla mengaku selama ini memiliki cita-cita besar untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang indah.

“Saya ingin membuktikan bahwa Islam itu indah, Islam itu bersih, Islam itu cantik. Karena itu bukan hanya pakaian, saya juga ingin menghadirkan berbagai aksesori yang mencerminkan keindahan tersebut,” kata Prof. Nahla.

Keinginan itu dinilai sangat sejalan dengan konsep yang selama ini dibangun oleh Brand Lina Sukijo.

Usai pertemuan resmi, Prof. Nahla bahkan kembali mengundang Lina Sukijo dan Nufia Sukijo secara khusus ke kediamannya untuk melakukan diskusi lanjutan.

Dalam pertemuan tersebut mulai dibahas langkah-langkah konkret merealisasikan berbagai gagasan yang telah disepakati, termasuk kemungkinan penggunaan koleksi Brand Lina Sukijo oleh Prof. Nahla dalam berbagai kegiatan akademik maupun internasional.

READ  Sejumlah Menteri Kompak Bela Prabowo di Tengah Gelombang Demonstrasi

Kolaborasi ini diharapkan menjadi simbol baru bahwa busana muslim Indonesia mampu tampil sebagai representasi Islam yang moderat, elegan, dan mendunia.

Bahkan, kabar yang paling menggembirakan dari pertemuan tersebut adalah adanya rencana agar para dosen perempuan di Universitas Al-Azhar turut mengenakan koleksi Brand Lina Sukijo.

“Insya Allah, dalam waktu dekat para dosen perempuan Al-Azhar akan memakai Brand Lina Sukijo,” ungkap Lina Sukijo penuh optimisme.

Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi pencapaian penting bagi industri fesyen muslim Indonesia sekaligus membuka jalan bagi karya anak bangsa untuk semakin dikenal di lingkungan akademik Islam paling berpengaruh di dunia.

Kolaborasi antara Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saeedi dengan Lina Sukijo dan Nufia Sukijo pun diyakini bukan sekadar kerja sama di bidang mode, melainkan sebuah gerakan budaya yang memperkenalkan wajah Islam yang damai, anggun, modern, dan penuh keindahan kepada masyarakat internasional. 

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Tegaskan KUR 100 Juta Tampa Jaminan, Masyarakat diminta Laporkan Pelanggan

3 Agustus 2026 - 01:02 WITA

Tenaga Ahli Menag RI Dr. H. Bunyamin M. Yapid Hadiri Milad ke-49 KKS Kairo, Ajak Mahasiswa Jadi Wajah Indonesia Masa Depan

2 Agustus 2026 - 18:45 WITA

Kadin Perkuat Ekspor Produk Pertanian dan UMKM ke Jepang, Bidik Pasar Strategis Global

2 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Masih Turun Tangan Siapkan Produk Sendiri, Linawati Sukijo: Amanah dan Kualitas Tidak Boleh Diwakilkan

1 Agustus 2026 - 11:27 WITA

Dr. Bunyamin Yapid di Kairo: Kesuksesan Bisnis Berawal dari Mampu Mengelola Uang Kiriman Bulanan

1 Agustus 2026 - 11:04 WITA

Direktur Urusan Agama Kristen Kemenag RI Apresiasi Kesiapan Pemkab Tolikara Sukseskan Festival Etnik Religi 2026

29 Juli 2026 - 22:22 WITA

Trending di Nasional