Soalindonesia–JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Pertemuan bilateral tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang memperkuat hubungan kedua negara di bidang ekonomi, pertahanan, keamanan, hingga pemberantasan kejahatan transnasional.
Kunjungan PM Anutin diawali dengan upacara penyambutan kenegaraan yang berlangsung khidmat. Setelah prosesi penyambutan, kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) sebelum melanjutkan pembahasan bersama delegasi dari Indonesia dan Thailand.
Perkuat Hubungan Ekonomi
Salah satu agenda utama pertemuan adalah peningkatan kerja sama perdagangan. PM Anutin mengusulkan pembentukan Joint Trade Committee (JTC) atau Komite Perdagangan Gabungan Indonesia–Thailand sebagai wadah untuk mempercepat peningkatan nilai perdagangan bilateral.
Menurut Anutin, nilai perdagangan kedua negara yang telah mencapai sekitar USD 20 miliar masih memiliki ruang besar untuk terus ditingkatkan.
Selain perdagangan, Thailand juga menawarkan kerja sama di sektor pangan, industri halal, energi, dan perikanan. Kedua negara juga didorong menghidupkan kembali Thailand–Indonesia Energy Forum yang terakhir digelar pada 2014.
Thailand Tawarkan Kendaraan Tempur Amfibi
Di bidang pertahanan, Thailand menyatakan kesiapannya memasok 36 Amphibious Wheeled Armoured Vehicle (AWAV) untuk memperkuat armada Korps Marinir Indonesia.
PM Anutin juga mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam pameran pertahanan dan keamanan yang akan diselenggarakan Thailand pada tahun depan sebagai bagian dari penguatan kerja sama industri pertahanan.
Perangi Kejahatan Lintas Negara
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan kerja sama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional, seperti penipuan daring (online scam), perdagangan orang, dan peredaran narkotika.
Kerja sama tersebut meliputi pertukaran informasi dan intelijen, investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan lintas negara.
Kedua negara juga mendukung pengembangan Transnational Referral Mechanism (TRM) guna mempercepat perlindungan dan pemulangan korban kejahatan transnasional.
Apresiasi Bantuan Pemulangan WNI
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas bantuan dalam memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 warga negara Indonesia yang menjadi korban jaringan penipuan daring di kawasan perbatasan Thailand.
Menurut Prabowo, kerja sama itu mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya di kawasan ASEAN.
Sampaikan Belasungkawa Tragedi KM Mutiara Sentosa 2
Mengawali pembicaraan bilateral, PM Anutin menyampaikan belasungkawa atas tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Jawa Timur.
Ia menyampaikan simpati kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan serta berharap tidak ada lagi tambahan korban jiwa akibat musibah tersebut.
Prabowo Terima Penghargaan Militer Thailand
Pada kesempatan yang sama, PM Anutin menyerahkan medali penghargaan dari Special Warfare Command Royal Thai Army kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya di bidang militer.
Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut dan menyebutnya sebagai kehormatan yang semakin mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Thailand.
Dorong Peningkatan Investasi
Selain membahas kerja sama di berbagai sektor, PM Anutin juga meminta dukungan Presiden Prabowo untuk membantu penyelesaian sejumlah kendala yang dihadapi investor Thailand di Indonesia.
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui percepatan penyelesaian berbagai persoalan investasi, sehingga mampu mendorong peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Thailand di masa mendatang.











