Menu

Mode Gelap

Nasional · 4 Agu 2026 09:35 WITA

Kemendagri: Uji Coba Digitalisasi Bansos Temukan 76 Persen Penerima Tidak Tepat Sasaran


 Kemendagri: Uji Coba Digitalisasi Bansos Temukan 76 Persen Penerima Tidak Tepat Sasaran Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap hasil uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Banyuwangi yang menemukan sekitar 76 persen penerima bantuan tidak tepat sasaran. Temuan tersebut menjadi dasar pemerintah memperluas implementasi sistem digitalisasi bansos ke ratusan daerah di Indonesia.

Menteri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan, digitalisasi bansos dilakukan melalui integrasi data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan berbagai basis data kementerian dan lembaga.

“Di Banyuwangi kita coba aplikasi tersebut untuk bansos. Ternyata, hari itu, 76 persen yang menerima tidak layak. Artinya, 76 persen tidak tepat sasaran,” ujar Tito saat Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

READ  Mahkamah Partai Gerindra Tegur Keras Legislator Jember yang Viral Main Gim dan Merokok Saat Rapat

Verifikasi Hanya 5–10 Detik

Menurut Tito, sistem digital tersebut memanfaatkan teknologi face recognition (pengenalan wajah) yang mampu mencocokkan identitas penerima dengan berbagai data pemerintah hanya dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh detik.

Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat mengetahui kondisi ekonomi calon penerima, seperti kepemilikan kendaraan, rumah, data pertanahan, hingga informasi pekerjaan, sehingga bantuan dapat disalurkan lebih tepat sasaran.

Masyarakat Tetap Diberi Hak Sanggah

Tito menegaskan, penerima bansos yang dinilai sudah tidak memenuhi syarat akan dikeluarkan dari daftar penerima. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengajukan sanggahan apabila data yang digunakan belum sesuai dengan kondisi terbaru.

READ  AHY Perkuat Arah Pembangunan Wilayah, Dorong Swasembada dan Pemerataan Infrastruktur Nasional

Selain memperbaiki data penerima lama, pembaruan tersebut juga berhasil menjaring hampir 50 persen masyarakat yang sebelumnya belum terdaftar, tetapi dinilai layak menerima bantuan sosial.

Diperluas ke 143 Kabupaten dan Kota

Berdasarkan hasil uji coba di Banyuwangi, pemerintah memutuskan memperluas penerapan digitalisasi bansos dari satu daerah menjadi 43 kabupaten/kota. Selanjutnya, pada Agustus 2026, program tersebut kembali diperluas ke 100 daerah tambahan, sehingga total mencapai 143 kabupaten dan kota.

Pemerintah menargetkan jumlah daerah pelaksana terus meningkat hingga 243 kabupaten/kota.

Menurut Tito, daerah yang dipilih diprioritaskan memiliki jaringan internet yang memadai, kinerja Dukcapil yang baik, serta dukungan kepala daerah terhadap pembaruan data penerima bansos.

READ  Demo Pati Ricuh! Kaca Kantor Bupati Pecah, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Ia menilai digitalisasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka kemiskinan melalui penyaluran bantuan yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Penguatan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, dan Keamanan

4 Agustus 2026 - 09:40 WITA

Kementerian UMKM Tegaskan KUR 100 Juta Tampa Jaminan, Masyarakat diminta Laporkan Pelanggan

3 Agustus 2026 - 01:02 WITA

Brand Lina Sukijo Diterima Khusus Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saeedi, Kolaborasi Mode Muslimah Mendunia Segera Terwujud

2 Agustus 2026 - 18:47 WITA

Tenaga Ahli Menag RI Dr. H. Bunyamin M. Yapid Hadiri Milad ke-49 KKS Kairo, Ajak Mahasiswa Jadi Wajah Indonesia Masa Depan

2 Agustus 2026 - 18:45 WITA

Kadin Perkuat Ekspor Produk Pertanian dan UMKM ke Jepang, Bidik Pasar Strategis Global

2 Agustus 2026 - 13:36 WITA

Masih Turun Tangan Siapkan Produk Sendiri, Linawati Sukijo: Amanah dan Kualitas Tidak Boleh Diwakilkan

1 Agustus 2026 - 11:27 WITA

Trending di Nasional