Menu

Mode Gelap

News · 22 Sep 2025 01:03 WITA

324 Unit Rumah Khusus Eks Pejuang Timor-Timur Resmi Dihuni, Dibangun dengan Teknologi Tahan Gempa


 324 Unit Rumah Khusus Eks Pejuang Timor-Timur Resmi Dihuni, Dibangun dengan Teknologi Tahan Gempa Perbesar

SOALINDONESIA–KUPANG Sebanyak 324 unit rumah khusus (rusus) bagi eks pejuang Timor-Timur di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah resmi dihuni. Seluruh hunian dibangun menggunakan teknologi rumah tahan gempa (RTG) untuk memastikan keamanan penghuni, terutama dari potensi gempa megathrust.

Seremoni serah terima kunci dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama pemerintah daerah setempat. Lokasi perumahan berada di Zona 1 dan Zona 2, Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Dari jumlah tersebut, 130 unit dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Hunian Layak untuk Peningkatan Kesejahteraan

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para eks pejuang Timor-Timur.

READ  Menko PM Muhaimin Ungkap Tiga Perintah Presiden Prabowo Terkait Ambruknya Ponpes Al Khoziny

“Pembangunan rusus ini merupakan langkah positif Brantas Abipraya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Kupang. Dari total 2.100 rusus, sebanyak 727 unit dibangun oleh Brantas Abipraya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (21/9/2025).

Ia menambahkan, rumah tersebut dibangun dengan sistem Rumah Instan Sederhana (RISHA) tipe 36 di atas lahan seluas 150 meter persegi. Teknologi ini memungkinkan konstruksi lebih kuat dan aman, namun tetap ekonomis serta ramah lingkungan.

Sejalan dengan Program Nasional

Menurut Dian, ketersediaan rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk mendukung keamanan, kenyamanan, serta kesejahteraan keluarga. Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pembangunan SDM dan pemerataan kesejahteraan.

READ  Tindaklanjuti Arahan Presiden Prabowo, Cak Imin Siap Keliling Ponpes Cek Keamanan Bangunan

“Ini merupakan bukti nyata bahwa Brantas Abipraya hadir dalam penyediaan hunian layak. Kami berharap dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima hunian dengan memiliki rumah yang lebih sehat, aman, dan nyaman,” pungkasnya.

Dukungan Pemerintah dan BUMN Karya

Sebelumnya, PT Adhi Karya (Persero) Tbk juga menyelesaikan pembangunan 686 unit rumah dalam proyek yang sama. Project Manager ADHI, Mai Irvan Evir, menegaskan pihaknya menjamin kualitas serta melakukan pemeliharaan selama satu tahun pasca serah terima.

Dukungan terhadap proyek ini turut datang dari Bupati Kupang, Yosef Lede, yang menilai rumah yang dibangun sudah memenuhi standar kelayakan.

READ  Eko Patrio & Uya Kuya Mundur dari DPR RI, Kursi Akan Segera Diganti Lewat PAW

“Kami melihat langsung kondisi rumah. Kualitasnya sudah bagus dan layak huni,” ucapnya.

Selain Brantas Abipraya dan Adhi Karya, pembangunan 2.100 unit rumah ini juga melibatkan sejumlah BUMN Karya lain seperti Nindya Karya dan Yodya Karya. Mereka menegaskan proyek ini tidak hanya membangun rumah fisik, tetapi juga menghadirkan kepastian tempat tinggal yang layak sebagai bentuk penghargaan kepada para pejuang.

Bagian dari Inisiatif Strategis Nasional

Proyek rumah khusus bagi eks pejuang Timor-Timur merupakan inisiatif strategis nasional yang bertujuan memberikan hunian layak bagi para pejuang dan keluarganya. Kehadiran rusus ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup, sekaligus menjadi bentuk penghargaan negara atas jasa-jasa para pejuang Timor-Timur.

Artikel ini telah dibaca 219 kali

Baca Lainnya

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Menghapus Jarak, Menghadirkan Harapan: Puskesmas Kai dan Kerja Nyata Bupati Tolikara untuk Pelosok Papua Pegunungan

7 Juni 2026 - 08:52 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Trending di Nasional