Menu

Mode Gelap

Nasional · 22 Sep 2025 13:36 WITA

Menlu RI Sugiono Gaungkan Perlindungan Pekerja Kemanusiaan di PBB, Dapat Dukungan Negara-Negara Dunia


 Menlu RI Sugiono Gaungkan Perlindungan Pekerja Kemanusiaan di PBB, Dapat Dukungan Negara-Negara Dunia Perbesar

SOALINDONESIA–NEWYORK Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menghadiri side event peluncuran Deklarasi Global Pelindungan Personel Kemanusiaan di Markas Besar PBB, New York, Sabtu (21/9/2025). Dalam forum tersebut, Sugiono menekankan pentingnya perlindungan nyata bagi pekerja kemanusiaan yang kerap menjadi korban di zona konflik.

“Di Gaza saja tahun ini, lebih dari satu dari setiap 50 staf UNRWA tewas secara tragis. Ini adalah jumlah korban jiwa personel PBB tertinggi dalam sejarah. Dan sayangnya, angka-angka global juga menunjukkan bahwa insiden semacam itu tidak menurun,” kata Sugiono.

Bukan Sekadar Statistik

Menurut Sugiono, angka korban tidak boleh dipandang sebagai statistik belaka. Setiap pekerja kemanusiaan yang gugur adalah individu luar biasa yang mengorbankan nyawa mereka demi melayani sesama.

READ  BNNP Sultra Tangkap Kurir Bawa 2 Kg Sabu di Bandara Haluoleo, Dikendalikan Napi Lapas Salemba

“Setiap pekerja kemanusiaan yang gugur lebih dari sekadar nama. Mereka adalah individu-individu luar biasa yang mengorbankan nyawa mereka untuk melayani kemanusiaan. Pengorbanan mereka mengingatkan kita bahwa pekerjaan kemanusiaan tidak hanya mulia, tetapi juga penuh bahaya,” ujarnya.

Sugiono menegaskan, komitmen kolektif dari negara-negara dunia sangat diperlukan agar pekerja kemanusiaan tidak lagi menjadi sasaran kekerasan.

Dukungan Internasional

Pidato Sugiono menuai respons positif dari sejumlah negara. Norwegia menekankan bahwa deklarasi ini akan menjadi “tonggak baru” dalam memperkuat perlindungan hukum internasional bagi pekerja kemanusiaan.

READ  Presiden Prabowo Temui Bill Gates di New York, Bahas Kerja Sama dan Anugerahkan Tanda Kehormatan

Sementara Kanada menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Indonesia. “Kami berdiri bersama Indonesia dan negara-negara lain untuk memastikan para pekerja kemanusiaan tidak lagi dipandang sebagai target, melainkan mitra yang harus dilindungi,” ujar perwakilan Kanada.

Jerman menilai deklarasi ini penting untuk menegaskan kembali komitmen global terhadap hukum humaniter internasional. “Tidak boleh ada toleransi terhadap serangan terhadap misi kemanusiaan,” kata delegasinya.

Selain itu, Afrika Selatan menyuarakan dukungan dengan menekankan pentingnya solidaritas Global South dalam memastikan implementasi deklarasi berjalan nyata.

Implementasi Nyata Deklarasi

Sugiono dalam kesempatan itu juga mengingatkan bahwa deklarasi tidak boleh berhenti pada seremoni.

READ  Presiden Prabowo Hadiri Konferensi Tingkat Tinggi di PBB Bahas Solusi Dua Negara untuk Palestina

“Hari ini, kita memiliki sebuah deklarasi di tangan, siap untuk ditandatangani. Namun, tanggung jawab kita tidak berakhir dengan penandatanganan. Kita harus berkomitmen pada implementasinya secara penuh dan efektif,” tandasnya.

Deklarasi Global Pelindungan Personel Kemanusiaan kini menjadi landasan moral dan politik bagi negara-negara anggota PBB untuk memperkuat kerja sama internasional, menegakkan prinsip kemanusiaan, serta memastikan keselamatan para pekerja kemanusiaan di lapangan.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional