Menu

Mode Gelap

Nasional · 10 Okt 2025 17:29 WITA

Audit Ketat Usai Longsor, Operasional Tambang Freeport Indonesia Belum Diizinkan Jalan


 Audit Ketat Usai Longsor, Operasional Tambang Freeport Indonesia Belum Diizinkan Jalan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah melakukan audit menyeluruh terhadap operasional tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI), menyusul insiden longsor yang menelan tujuh korban jiwa di area Grasberg Block Cave (GBC), Tembagapura, Papua Tengah.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa hingga hasil audit diumumkan, pengoperasian kembali tambang bawah tanah Freeport belum bisa dilakukan.

“Sekarang belum ada yang bisa dilakukan produksi, tetapi kita lagi lakukan audit sampai kemudian bisa menemukan apa faktor penyebabnya,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/10/2025), dikutip dari Antara.

Menurut Bahlil, audit ini mencakup seluruh aspek teknis operasi tambang bawah tanah, termasuk teknik sipil dan teknik pertambangan, guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

“Tim saya terus melakukan proses audit di sana. Setelah ada hasilnya, Freeport akan diminta melakukan mitigasi agar kejadian seperti ini tak terjadi lagi,” lanjutnya.

READ  Kemdiktisaintek Resmi Umumkan Jadwal dan Persyaratan SNPMB 2026

Evaluasi Potensi Longsor dan Struktur Tambang

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Tri Winarno, menambahkan bahwa evaluasi juga akan fokus pada struktur geoteknik tambang bawah tanah, untuk menilai apakah masih ada potensi longsor serupa di masa mendatang.

Pihaknya juga meminta Freeport untuk melibatkan para ahli dan mantan karyawan berpengalaman, khususnya yang memahami struktur tambang GBC.

“Kami meminta kepada PT Freeport untuk melibatkan juga bekas karyawan yang dulu tahu tentang struktur geoteknik dan lainnya, agar evaluasi ini komprehensif,” ungkap Tri.

Tragedi Longsor di Grasberg Block Cave

Tragedi longsor terjadi pada 8 September 2025, sekitar pukul 22.00 WIT, di area Extraction Panel 28-30 tambang bawah tanah GBC. Tujuh pekerja terjebak dalam insiden tersebut, terdiri dari lima kru PT Redpath Indonesia dan dua kru elektrik dari PT Cipta Kontrak, yang bertugas di bawah Divisi Operation Maintenance PTFI.

READ  Manasik Haji Akbar Annur Digelar di Sidrap, 855 Calon Jamaah Haji Siap Dibekali

Dalam upaya penyelamatan, Freeport menghentikan seluruh aktivitas produksi di area tersebut untuk memfokuskan sumber daya pada evakuasi korban.

“Kami turut berduka cita, berbelasungkawa atas meninggalnya tujuh karyawan dari Freeport,” ujar Menteri Bahlil saat proses evakuasi berakhir pada 6 Oktober 2025.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan bahwa material lumpur bijih basah dalam jumlah besar menjadi hambatan utama proses evakuasi.

“Tantangan terberat adalah volume material lumpur yang masuk ke area tambang sangat besar. Tapi seluruh tim kami kerahkan untuk menyelamatkan pekerja,” jelas Tony.

Freeport Hentikan Produksi, Fokus Penyelamatan

Sebelumnya, pada 17 September 2025, Menteri Bahlil menegaskan bahwa pihak Freeport menghentikan seluruh produksi pasca-insiden, sembari melakukan proses pencarian dan evakuasi korban.

READ  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Buka Suara Soal Bandara Khusus IMIP yang Beroperasi tanpa Perangkat Negara

“Cuaca di sana memang belum memungkinkan, apalagi kejadian di underground. Tapi semua aktivitas Freeport dihentikan. Semua kekuatan kita fokuskan untuk menangani persoalan longsor,” tegas Bahlil kala itu.

Ia juga menyebut bahwa komunikasi intens dilakukan dengan manajemen Freeport dan pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi untuk mempercepat proses penyelamatan.

Tunggu Hasil Audit: Produksi Belum Bisa Dilanjutkan

Hingga kini, pemerintah belum memberikan lampu hijau bagi PTFI untuk melanjutkan produksi di lokasi tersebut. Hasil audit menyeluruh akan menjadi penentu utama nasib operasional Freeport Indonesia ke depan.

“Kita tidak main-main. Keselamatan kerja dan mitigasi risiko harus menjadi prioritas. Setelah audit selesai dan rekomendasi terpenuhi, baru kita pertimbangkan izin operasi kembali,” tutup Bahlil.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional