Menu

Mode Gelap

News · 16 Okt 2025 15:56 WITA

Pandu Sjahrir Tanggapi Kritik Menkeu Purbaya: Investasi SBN Jadi Strategi Jangka Pendek Danantara


 Pandu Sjahrir Tanggapi Kritik Menkeu Purbaya: Investasi SBN Jadi Strategi Jangka Pendek Danantara Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya mengkritik kebijakan Danantara karena menempatkan sebagian besar dananya di Surat Berharga Negara (SBN).

Pandu menjelaskan bahwa penggunaan dana dividen untuk investasi di SBN merupakan langkah strategis jangka pendek, mengingat pasar obligasi saat ini merupakan pasar paling likuid di Indonesia.

“Kebetulan kita hanya punya waktu dua bulan, jadi salah satunya memang yang harus bisa paling cepat, kita cari market yang paling likuid,” ujar Pandu di sela acara “1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Menurut Pandu, keputusan Danantara menempatkan sementara dana investasinya di SBN bukan berarti institusi tersebut tidak memiliki rencana diversifikasi. Ia menegaskan bahwa strategi investasi Danantara akan berkembang secara bertahap, dimulai dari instrumen berisiko rendah menuju instrumen pasar modal yang lebih dinamis.

READ  Kejagung Tanggapi Bantahan Dirut Sritex soal Kasus Korupsi Kredit Bank

Fokus Awal: Pasar Likuid dan Akses Cepat

Pandu menjelaskan, waktu yang terbatas untuk mulai berinvestasi membuat Danantara harus memilih instrumen yang mudah diakses dan diperdagangkan. SBN menjadi pilihan rasional karena stabilitas dan likuiditasnya tinggi, sementara proses investasi di proyek atau pasar saham memerlukan waktu persiapan lebih panjang.

“Ini strategi jangka pendek. Untuk jangka panjang, kami akan membangun kombinasi antara pasar modal dan bond market. Pendekatannya akan mix karena pendanaan kami akan terus meningkat setiap tahun,” jelas Pandu.

Rencana Diversifikasi: Dari Obligasi ke Pasar Saham

Meski saat ini Danantara menempatkan porsi besar dananya di obligasi pemerintah, Pandu memastikan ke depan fokus investasi tidak akan berhenti di sana. Ia menargetkan perusahaan dapat memperluas portofolionya ke pasar saham atau public market equity.

“Salah satunya memang di pasar bond. Tapi ke depan kita juga pengen masuk ke public market equity. Masalahnya, equity itu butuh likuiditas yang lebih besar. Sekarang kita baru Rp1 miliar per hari, idealnya bisa naik jadi Rp5 sampai Rp8 miliar per hari. Kita nggak boleh kalah dari India contohnya,” papar Pandu.

READ  KPK Panggil Ridwan Kamil Terkait Korupsi Iklan Bank BJB, Surat Pemeriksaan Sudah Dikirim Sepekan Lalu

Ia menambahkan bahwa Danantara tengah menyiapkan strategi untuk mendalami pasar modal domestik, agar dapat meningkatkan efisiensi investasi sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Kritik dari Menkeu Purbaya

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengkritisi langkah Danantara yang terlalu banyak menempatkan dananya pada instrumen obligasi. Menurut Purbaya, keputusan itu menunjukkan kecenderungan investasi yang belum optimal.

“Kalau Anda taruh dana sebanyak itu di obligasi, keahlian Anda apa? Tapi mereka bilang ini hanya sementara karena belum sempat buat proyek. Mereka akan perbaiki,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Rabu (15/10/2025).

READ  Komentar Luhut Soal Proyek Kereta Cepat dan Stimulus Ekonomi Baru Prabowo Jadi Topik Paling Ramai Dibaca

Purbaya menilai, sebagai lembaga investasi strategis nasional, Danantara seharusnya mulai menyalurkan dananya ke sektor produktif agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, seperti pembiayaan industri, infrastruktur, atau proyek-proyek inovasi teknologi.

Danantara Siap Perkuat Peran Investasi Nasional

Menanggapi hal tersebut, Pandu memastikan bahwa Danantara berkomitmen untuk mendukung arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat basis investasi domestik dan memperdalam pasar keuangan Indonesia.

“Yang paling penting adalah pendalaman pasar modal. Karena pendanaannya makin besar tiap tahun, kita harus punya strategi investasi jangka panjang yang kuat dan terdiversifikasi,” tegasnya.

Dengan strategi kombinasi antara pasar modal (equity) dan pasar obligasi (bond market), Pandu optimistis Danantara akan menjadi salah satu penggerak utama investasi nasional yang mampu memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News