Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Okt 2025 10:15 WITA

Komentar Luhut Soal Proyek Kereta Cepat dan Stimulus Ekonomi Baru Prabowo Jadi Topik Paling Ramai Dibaca


 Komentar Luhut Soal Proyek Kereta Cepat dan Stimulus Ekonomi Baru Prabowo Jadi Topik Paling Ramai Dibaca Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Dua berita ekonomi nasional menjadi sorotan publik hari ini. Pertama, pernyataan tegas Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan soal proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) yang diakui bermasalah sejak awal. Kedua, pengumuman stimulus ekonomi baru oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp 30 triliun untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Kedua isu ini menjadi topik trending di kumparanBisnis, menarik perhatian pembaca karena berkaitan langsung dengan pengelolaan proyek strategis nasional dan kebijakan ekonomi rakyat menjelang akhir tahun.

Luhut: “Saya Nerima Sudah Busuk Itu Barang”

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan secara terbuka mengakui bahwa proyek kereta cepat Whoosh telah menghadapi masalah sejak awal pengerjaannya.

“Saya yang dari awal mengerjakan itu, karena saya nerima sudah busuk itu barang,” kata Luhut saat berbicara di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut Luhut, ketika dirinya ditunjuk sebagai Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta–Bandung, proyek tersebut sudah dalam kondisi bermasalah dan memerlukan audit mendalam dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

READ  Bursa Ketua DPD PDIP Jateng Memanas: FX Rudy dan Andika Perkasa Jadi Kandidat Kuat

“Lalu kita coba perbaiki, kita audit, BPKP ikut, kemudian kita berunding dengan China,” jelasnya.

Luhut menegaskan bahwa tidak ada penggunaan dana APBN untuk membayar utang proyek kereta cepat. Fokus pemerintah saat ini, katanya, adalah menyelesaikan restrukturisasi utang dengan pihak China agar proyek bisa kembali sehat secara finansial.

“Kita ribut soal Whoosh, masalahnya apa sih? Whoosh itu tinggal restrukturisasi aja. Siapa yang minta APBN? Tak ada yang pernah minta APBN,” ujarnya.

Luhut juga mengonfirmasi bahwa pemerintah China sudah menyetujui restrukturisasi, namun prosesnya tertunda karena pergantian pemerintahan di Indonesia.

“China sudah bersedia kok, enggak ada masalah. Tapi kemarin pergantian pemerintah agak terlambat, jadi sekarang tinggal menunggu Keppres supaya timnya segera berunding,” tutur Luhut.

Ia menambahkan bahwa Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan tim negosiasi utang akan segera diterbitkan, dan dirinya sudah berkoordinasi dengan CEO Danantara Rosan Roeslani.

“Tadi saya sudah bilang sama Pak Rosan, segera aja bikin itu timnya. Kalau Keppres-nya sudah keluar, dia bilang akan bicara ke presiden,” ucapnya.

READ  Satu Keluarga Hilang Terseret Banjir di Badung, Bali, Pencarian Masih Berlangsung

Lebih lanjut, Luhut menyesalkan adanya spekulasi liar di publik, termasuk isu yang menyebut proyek Whoosh akan diganti dengan aset di Laut China Selatan.

“Itu tidak benar. Spekulasi seperti itu hanya menunjukkan kurangnya pemahaman data,” tegasnya.

Prabowo Umumkan Stimulus Ekonomi Rp 30 Triliun untuk BLT

Sementara itu, dari sektor kebijakan ekonomi, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali menggelontorkan stimulus tambahan untuk memperkuat daya beli masyarakat pada kuartal terakhir 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan program tersebut dalam konferensi pers di Kantor Pos Indonesia Cikini, Jakarta, Jumat (17/10/2025).

“Pemerintah menambah Rp 30 triliun untuk program BLT selama tiga bulan, Oktober hingga Desember 2025,” kata Airlangga.

Program ini mencakup perluasan penerima manfaat (KPM) hingga 35,04 juta keluarga, di luar 16,5 juta penerima BLT reguler sebelumnya.

Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat anggota, total penerima manfaat mencapai 140 juta orang dari kelompok ekonomi desil 1–4.

“Penyaluran akan segera dilakukan. Melalui Himbara 18,3 juta diberikan langsung minggu depan, sedangkan 17,2 juta melalui PT Pos. Ini siap diberikan mulai Senin nanti,” jelas Airlangga.

READ  Anggota DPR Dapat Tunjangan Perumahan Rp 50 Juta Per Bulan, Berlaku Hanya Hingga Oktober 2025

Selain BLT, pemerintah juga menyiapkan program magang nasional bagi lulusan baru perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman kerja.

“Presiden menekankan agar stimulus ini tidak hanya bersifat bantuan tunai, tapi juga membuka jalan bagi peningkatan kompetensi tenaga kerja muda,” tambah Airlangga.

Dengan tambahan Rp 30 triliun ini, total nilai sembilan program stimulus ekonomi nasional mencapai Rp 46,2 triliun hingga akhir 2025.

Publik Apresiasi Keterbukaan dan Aksi Cepat Pemerintah

Komentar jujur Luhut mengenai proyek Whoosh serta langkah cepat pemerintah menyalurkan BLT tambahan menuai berbagai respons positif di ruang publik. Banyak pihak menilai, kedua kebijakan ini mencerminkan upaya perbaikan tata kelola dan perlindungan ekonomi rakyat secara bersamaan.

Luhut menutup keterangannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah lama tanpa membebani rakyat, sementara Airlangga memastikan bantuan langsung cair sebelum akhir Oktober 2025.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional