Menu

Mode Gelap

Nasional · 25 Okt 2025 15:18 WITA

Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Sentralitas ASEAN Hadapi Dinamika Global


 Menlu Sugiono Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Sentralitas ASEAN Hadapi Dinamika Global Perbesar

SOALINDONESIA–KUALALUMPUR Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan sentralitas ASEAN dalam menghadapi dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/10/2025).

Dalam forum tersebut, Menlu Sugiono juga mendorong penguatan peran ASEAN Institute for Peace and Reconciliation (ASEAN-IPR) dalam penelitian dan pengembangan kapasitas, agar Treaty of Amity and Cooperation (TAC) tetap relevan menghadapi tantangan baru di kawasan.

“Ulang tahun ke-50 TAC pada tahun 2026 merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali nilai-nilai dasar ASEAN, yaitu perdamaian, stabilitas, dan kerja sama kawasan,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri.

READ  Barang Bukti OTT Wamenaker Dipamerkan KPK, Ada Nissan GT-R dan Motor Ducati

Apresiasi Kepemimpinan Malaysia dan Progres Dialog Kawasan

Menlu Sugiono memberikan apresiasi atas kepemimpinan Malaysia dalam memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Indonesia, katanya, menyambut baik komitmen kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan konsultasi damai.

“Langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat ASEAN sebagai kawasan damai dan stabil tetap hidup, bahkan di tengah perbedaan kepentingan nasional,” ujarnya.

Myanmar dan Implementasi Five-Point Consensus

Menlu Sugiono juga menyoroti terbatasnya kemajuan dalam implementasi Five-Point Consensus (5PC) terkait krisis di Myanmar. Namun, ia mengapresiasi upaya berkelanjutan Ketua ASEAN dan Utusan Khusus dalam mendorong solusi politik yang inklusif.

READ  Elite Golkar Sambangi Istana, Bahas Sistem Politik Ideal dan Koalisi Bersama Presiden Prabowo

Indonesia, kata Sugiono, mendukung penunjukan Utusan Khusus baru ASEAN serta menekankan pentingnya posisi dan sikap bersama ASEAN dalam menghadapi rencana penyelenggaraan pemilihan umum di Myanmar pada Desember mendatang.

“ASEAN perlu mempertimbangkan pembentukan Tim Pengamat ASEAN dengan mandat yang jelas dan terbatas untuk memantau proses tersebut,” imbuhnya.

Tinjau Kebijakan Mitra Dialog dan Perkuat Hubungan Eksternal

Dalam aspek hubungan eksternal, Indonesia menilai ASEAN sudah saatnya meninjau kembali kebijakan moratorium terhadap mitra dialog baru, seiring meningkatnya minat dari sejumlah negara seperti Turki.

“ASEAN perlu memiliki pendekatan yang lebih fleksibel dan strategis dalam menjawab perubahan lanskap global,” tegas Sugiono, sembari menyatakan dukungannya terhadap penguatan engagement dengan Papua Nugini.

READ  Menkeu Purbaya Sidak Mendadak ke Posko Bea Cukai Tanjung Priok, Cek Langsung Barang Impor dari China

Dukung Aksesi Timor-Leste sebagai Anggota Penuh ASEAN

Selain itu, Menlu Sugiono menyampaikan dukungan penuh Indonesia terhadap proses aksesi Timor-Leste sebagai anggota penuh ASEAN.

“Ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal dari proses integrasi penuh Timor-Leste di ASEAN,” ujarnya.

ASEAN Sebagai Jangkar Stabilitas Kawasan

Di akhir pernyataannya, Menlu Sugiono menegaskan bahwa berbagai agenda ASEAN — mulai dari TAC, Myanmar, hubungan eksternal, hingga aksesi Timor-Leste — memiliki tujuan yang sama, yaitu memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN sebagai jangkar stabilitas kawasan di tengah ketidakpastian global.

“ASEAN harus terus menjadi pusat perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan di tengah arus perubahan dunia,” pungkas Menlu Sugiono.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional