Menu

Mode Gelap

News · 5 Nov 2025 23:07 WITA

Gempa M 4,8 Guncang Tarakan, Warga Berhamburan Keluar Gedung


 GEMPA GUNCANG KALTARA - Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa terkini 2 menit yang lalu terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara, berkekuatan M 4.0 dengan kedalaman 5 km, getaran dirasakan hingga Tanjung Selor, Jumat (31/10/2025). (BMKG Wilayah Kalimantan) Perbesar

GEMPA GUNCANG KALTARA - Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa terkini 2 menit yang lalu terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara, berkekuatan M 4.0 dengan kedalaman 5 km, getaran dirasakan hingga Tanjung Selor, Jumat (31/10/2025). (BMKG Wilayah Kalimantan)

SOALINDONESIA–TARAKAN Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, pada Rabu (5/11/2025) pukul 17.37 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut pada koordinat 3.33 Lintang Utara dan 117.82 Bujur Timur, atau sekitar 24 kilometer tenggara Kota Tarakan, dengan kedalaman 10 kilometer.

BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat selama sekitar lima detik di sejumlah titik di Kota Tarakan, terutama di Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Rejo, dan Kelurahan Mamburungan.

READ  Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Cilacap Dini Hari, Pusat di Laut

Getaran menyebabkan warga yang sedang berada di pusat perbelanjaan dan perkantoran panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

“Saya sedang di lantai dua pusat perbelanjaan ketika tiba-tiba lantai terasa bergetar kuat. Orang-orang langsung lari ke luar gedung,” ujar Dina (32), warga Karang Rejo.

Beberapa Bangunan Mengalami Kerusakan

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan masih melakukan pendataan terkait dampak gempa. Laporan sementara mencatat dua rumah rusak berat, dua rumah rusak sedang, serta tiga pusat perbelanjaan mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

READ  Menag Ajak Tokoh Agama Tenangkan Umat agar Tidak Terprovokasi

Selain itu, satu fasilitas kesehatan, yakni RS Yusuf SK, serta fasilitas umum Bandara Juwata Tarakan juga dilaporkan terdampak akibat guncangan.

“Tim kami masih di lapangan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Kepala BPBD Kota Tarakan, Herman Siahaan, dalam keterangan tertulis.

Langkah Cepat Tanggap Darurat

Sebagai bagian dari tanggap darurat, BPBD Kota Tarakan segera melakukan monitoring pascagempa dan berkoordinasi dengan BMKG Tarakan, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, serta sejumlah instansi terkait untuk mempercepat proses pendataan dan penilaian dampak.

Sementara itu, sejumlah pasien di RS Yusuf SK untuk sementara masih berada di luar gedung guna menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan.

READ  Mengapa Gempa Bekasi Karawang 4,9 M Terasa Lebih Kuat? Ini Penjelasan BMKG

BNPB Imbau Warga Tetap Tenang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang retak atau rusak dan memastikan kondisi rumah aman sebelum kembali masuk,” demikian pernyataan resmi BNPB, Rabu (5/11/2025).

BNPB juga meminta warga untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB terkait perkembangan situasi pascagempa serta potensi gempa susulan.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Sinkhole di Limapuluh Kota Keluarkan Air Jernih Kebiruan, Ahli Ungkap Penyebabnya

10 Januari 2026 - 11:59 WITA

BREAKING NEWS: KPK OTT Pegawai Pajak Kantor Pajak Jakarta Utara

10 Januari 2026 - 11:31 WITA

Kematian Arya Daru Dihentikan Polisi, Keluarga Pertanyakan Transparansi Penyelidikan

10 Januari 2026 - 11:19 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT

10 Januari 2026 - 11:10 WITA

Mantan Kajari Bekasi Eddy Sumarman Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara

9 Januari 2026 - 23:41 WITA

KPK Dalami Aliran Uang dari Ade Kuswara Kunang ke Wakil Ketua DPRD Bekasi

9 Januari 2026 - 22:54 WITA

Trending di News