Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Nov 2025 20:17 WITA

Jokowi Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Sekadar Pasar Teknologi, tapi Pemain Utama Rantai Pasok Global Baterai EV


 Jokowi Tegaskan Indonesia Bukan Lagi Sekadar Pasar Teknologi, tapi Pemain Utama Rantai Pasok Global Baterai EV Perbesar

SOALINDONESIA–SINGAPURA Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia kini memegang peran strategis dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dunia. Indonesia, tegasnya, bukan lagi sekadar pasar teknologi, melainkan telah menjadi bagian penting dari rantai pasok global baterai EV berkat kebijakan hilirisasi sumber daya alam yang terus didorong pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menjadi pembicara dalam Bloomberg New Economy 2025 yang digelar di Singapura, Jumat (21/11/2025).

“Indonesia adalah bagian dari rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi membangun fondasi masa depan yang kuat,” ujarnya dalam pidato utama di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku industri global.

Hilirisasi Disebut Fondasi Ekonomi Masa Depan

Dalam forum tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa kebijakan hilirisasi mineral—mulai dari nikel, bauksit, hingga tembaga—adalah langkah strategis yang akan menentukan daya saing Indonesia dalam industri masa depan. Hilirisasi, menurutnya, bukan sekadar proses industri, tetapi fondasi untuk membangun kekuatan ekonomi jangka panjang.

READ  Kemenkeu Resmi Masukkan Redenominasi Rupiah dalam Rencana Strategis 2025-2029

Ia menegaskan bahwa pengembangan pabrik baterai EV, pemanfaatan data, dan penguasaan teknologi menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Indonesia pemain utama dalam ekonomi berbasis teknologi.

“Kita sedang belajar menggunakan data, teknologi, dan sumber daya melalui hilirisasi dan sektor baterai kendaraan listrik sebagai langkah menuju ekonomi cerdas,” jelasnya.

Jokowi juga menekankan bahwa pengembangan industri EV tidak boleh berhenti pada ekspor bahan mentah, melainkan harus sejalan dengan penguatan sumber daya manusia dan peningkatan inovasi teknologi lokal.

QRIS, Bukti Inklusi Digital dan Pilar Ekonomi Cerdas

Selain bicara soal hilirisasi, Jokowi juga menyoroti percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS sebagai salah satu bukti nyata inklusi digital di Indonesia. Menurutnya, QRIS telah menyetarakan akses teknologi keuangan antara pelaku UMKM dan perusahaan besar.

“Hari ini, seorang pedagang kaki lima di desa kecil menggunakan sistem pembayaran yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta. Itulah kekuatan QRIS yang membuat pembayaran digital menjadi mudah dan universal,” kata Jokowi.

READ  Menkeu Purbaya Janji Berantas Rokok Ilegal dan Pemalsuan Pita Cukai

Ia menambahkan bahwa digitalisasi bukan hanya sekadar penggunaan teknologi, melainkan upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang merata dan inklusif. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan literasi teknologi bagi masyarakat, termasuk pemahaman soal AI, coding, algoritma, dan machine learning.

Jokowi Masuk Jajaran Dewan Penasihat Ekonomi Baru 2025

Kehadiran Jokowi dalam Bloomberg New Economy Forum 2025 kali ini memiliki makna tersendiri. Ia bukan hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga sebagai anggota New Economy Advisory Board 2025, bersama sejumlah tokoh ekonomi global.

Dewan tersebut beranggotakan figur-figur kelas dunia, antara lain:

Mario Draghi, Mantan Perdana Menteri Italia

Rishi Sunak, Mantan Perdana Menteri Inggris

Gina Raimondo, Mantan Menteri Perdagangan AS

READ  Mendagri Tito Karnavian Soroti Kenaikan PBB di Pati hingga 250 Persen, Perintahkan Inspektorat Lakukan Pengecekan

Forum tahunan yang berlangsung pada 19–21 November 2025 ini mengusung tema “Thriving in an Age of Extremes”, membahas perkembangan global mulai dari kecerdasan buatan (AI), dinamika geopolitik, transisi energi, hingga risiko iklim. Sekitar 500 pemimpin publik dan swasta menghadiri forum ini untuk membahas arah ekonomi global di masa depan.

Indonesia Bersiap Menuju Ekonomi Cerdas yang Inklusif

Menutup pidatonya, Jokowi menegaskan bahwa Indonesia kini berada pada jalur yang tepat untuk memasuki era ekonomi cerdas. Dengan penguatan hilirisasi, digitalisasi, dan peningkatan kualitas SDM, Indonesia diyakini mampu menjadi negara dengan daya saing tinggi di tengah perubahan global.

“Ekonomi cerdas bukan hanya soal teknologi, tetapi pemberdayaan manusia dan pemerataan akses di seluruh pelosok negeri,” tegasnya.

Jokowi menyebut bahwa ekonomi masa depan harus mampu memberdayakan bukan hanya perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga generasi muda yang akan menjadi penggerak inovasi.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional