Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Nov 2025 15:48 WITA

KemenPPPA Turun Tangan Tangani Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel yang Merenggut Nyawa Siswa 13 Tahun


 KemenPPPA Turun Tangan Tangani Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel yang Merenggut Nyawa Siswa 13 Tahun Perbesar

SOALINDONESIA–TANGERAN–SELATAN Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, memastikan pihaknya telah turun langsung menangani kasus dugaan bullying di SMPN 19 Tangerang Selatan yang menyebabkan seorang siswa berinisial MH (13) meninggal dunia.

Arifah menegaskan, pendampingan akan diberikan kepada seluruh anak yang terlibat dalam kasus ini, baik sebagai korban, saksi, maupun terduga pelaku.

“Kita sudah datang ke sana dan sempat diskusi dengan kakaknya, dengan orang tuanya, dengan masyarakat setempat. Sekarang sedang dilakukan penjangkauan lebih dalam, karena terduga pelakunya anak juga. Kita ada regulasi membahas itu, jadi kita tunggu hasilnya,” ujar Arifah di Kantor KemenPPPA, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (23/11/2025).

READ  Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Makan Malam Resmi Bersama PM Kanada Mark Carney di Ottawa

Ia menambahkan bahwa pendekatan perlindungan tetap berlaku bagi semua anak yang terkait.

“Kami dari KPPPA ini, baik anak sebagai pelaku, saksi, maupun korban, akan lindungi hak-haknya dan selalu kita dampingi,” tegasnya.

Kronologi Tragis MH

Siswa kelas VII-6 SMPN 19 Tangsel, MH, diketahui sudah mengalami bullying sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Korban kerap dilempar bungkus makanan hingga mengalami kekerasan fisik.

MH lebih sering curhat kepada kakaknya, Sahara Kusnadi, karena sang ibu sedang sakit serius.

“Kalau sama ibu dia khawatir ibunya kenapa-kenapa karena punya penyakit jantung dan rutin cuci darah, jadi takut ibu kenapa-kenapa,” kata Sahara, Rabu (18/11/2025).

READ  BNNP Sultra Tangkap Kurir Bawa 2 Kg Sabu di Bandara Haluoleo, Dikendalikan Napi Lapas Salemba

Sejak kejadian itu, MH kerap mencari alasan untuk tidak masuk sekolah, termasuk berpura-pura sakit. Keluarga baru menyadari adanya perubahan fisik MH, seperti cara berjalan yang tidak stabil, pandangan tidak fokus, dan sering tersandung.

Ayah MH, Kusnadi, menyampaikan bahwa putranya sempat menyembunyikan pengalaman bullying dari kedua orangtuanya. MH bahkan sempat meminta obat tetes mata sebelum mengaku pernah dipukul menggunakan kursi oleh teman sekelasnya.

Proses Hukum dan Harapan Keluarga

Keluarga MH menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada LBH yang mendampingi kasus tersebut.

“Semoga ada keadilan untuk MH. Jangan sampai ada korban bullying seperti Hisyam yang lain. Semoga ini terakhir. Pemerintah diharapkan lebih tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Kusnadi.

READ  BSKAP Pastikan Pelaksanaan TKA 2025 Berjalan Lancar, Sanksi Tegas bagi Peserta yang Langgar Aturan

Kasus ini menjadi sorotan serius terkait perlindungan anak di sekolah, dan diharapkan mendorong langkah tegas dari pihak sekolah maupun pemerintah untuk mencegah bullying berujung tragedi di masa mendatang.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional