Menu

Mode Gelap

Nasional · 26 Nov 2025 21:17 WITA

Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–5,6% di Kuartal IV 2025, Andalkan Belanja Pemerintah dan Stimulus Nataru


 Airlangga Hartarto Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–5,6% di Kuartal IV 2025, Andalkan Belanja Pemerintah dan Stimulus Nataru Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 akan berada pada level tinggi. Ia memproyeksikan pertumbuhan mencapai 5,4% hingga 5,6%, melampaui standar target nasional di atas 5%.

“Kami optimis range-nya antara 5,4–5,6%,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Airlangga menjelaskan, perkiraan ini didukung oleh penguatan belanja pemerintah yang diproyeksikan meningkat secara signifikan menjelang tutup tahun. Serapan anggaran kementerian/lembaga, menurutnya, rata-rata sudah berada di atas 90%.

“Hampir seluruh kementerian besar rencana serapan anggarannya di atas 90 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kombinasi antara belanja pemerintah, bansos, serta program stimulus sepanjang akhir tahun akan menjadi motor utama pendorong pertumbuhan.

READ  Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ajak Pemuda Kobarkan Semangat Persatuan di Hari Sumpah Pemuda

“Tambahan lagi program dari mobilitas masyarakat, termasuk momentum Nataru, memberikan dorongan tersendiri,” tambahnya.

Belanja Pemerintah Jadi Andalan

Kemenko Perekonomian menempatkan belanja pemerintah sebagai instrumen kunci untuk mendorong akselerasi ekonomi kuartal IV 2025. Berdasarkan data internal, sekitar 33,6% belanja pemerintah dilakukan pada kuartal terakhir tahun ini.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, menilai capaian serapan anggaran tersebut akan menjadi penopang kuat bagi pertumbuhan ekonomi.

“Dengan berbagai akselerasi dan program stimulus, minimal 33,6% ini bisa kita capai. Kita harapkan menjadi penopang pertumbuhan di kuartal keempat,” kata Ferry dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Universitas Indonesia, Depok, Senin (24/11/2025).

READ  Laba Asuransi Jasindo Melonjak 288 Persen, Tembus Rp127,3 Miliar di Kuartal III 2025

Stimulus Nataru dan Dorongan Likuiditas

Selain belanja pemerintah, pemerintah juga menyiapkan stimulus akhir tahun untuk menghadapi periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Stimulus ini merupakan kelanjutan dari paket kebijakan serupa yang sebelumnya telah dijalankan pada momen Ramadan dan Idulfitri 2025.

Selain itu, pemerintah juga menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp236 triliun di perbankan BUMN.

Kebijakan ini diharapkan menambah likuiditas perbankan sekaligus mendorong penurunan suku bunga secara bertahap.

“Total ada Rp236 triliun yang diharapkan bisa menambah likuiditas maupun mempercepat penurunan suku bunga. Ini salah satu sumber pertumbuhan kita di kuartal keempat,” jelas Ferry.

READ  Kharisma Prof. Nasaruddin Umar: Dihormati Keluarga, Disegani Akademisi, Dipercaya Negara

Konsumsi Rumah Tangga Masih Stabil

Berbagai stimulus ekonomi tersebut juga diperkirakan memperkuat konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Angka indeks keyakinan konsumen serta stabilitas pendapatan masyarakat dilaporkan masih berada di level positif.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah yakin bahwa momentum pertumbuhan dapat dipertahankan hingga akhir tahun dan menjadi landasan menuju ekonomi 2026 yang lebih kuat.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Puspenma Siapkan 1.900 Beasiswa 2026, Dorong Dosen PTK Tempuh Studi Doktor dan Perkuat Riset

28 Februari 2026 - 21:43 WITA

Satgas PRR Targetkan Seluruh Pengungsi Pascabencana Sumatera Direlokasi Sebelum Idulfitri 2026

28 Februari 2026 - 21:28 WITA

AS dan Israel Serang Iran, Presiden Prabowo Siap Fasilitasi Dialog

28 Februari 2026 - 21:02 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kepala BGN: 93 Persen Anggaran Rp268 Triliun Dialokasikan untuk Program Makan Bergizi

28 Februari 2026 - 20:29 WITA

Bupati Tolikara Serahkan DPA 2026, Tandai Dimulainya Pelaksanaan APBD Rp1,64 Triliun

28 Februari 2026 - 15:22 WITA

Trending di Nasional