Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Mar 2026 03:45 WITA

Kepemimpinan yang Hadir di Tengah Rakyat, Wilem–Yotam Dinilai Bangun Fondasi Tolikara


 Kepemimpinan yang Hadir di Tengah Rakyat, Wilem–Yotam Dinilai Bangun Fondasi Tolikara Perbesar

SOALINDONESIA—PAPUA — Kepemimpinan Bupati Tolikara Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua Pegunungan mendapat sorotan positif dari pengamat pemerintahan nasional Arif Nurul Iman.

Arif menilai gaya kepemimpinan keduanya menunjukkan pendekatan yang berbeda dibanding pola birokrasi konvensional, yakni kepemimpinan tanpa sekat yang menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Menurutnya, Wilem Wandik dan Yotam Wonda tidak membangun jarak antara pemerintah dan rakyat. Mereka memilih hadir langsung di tengah masyarakat, berbaur dengan berbagai lapisan sosial, serta mendengar aspirasi warga secara langsung sebagai dasar pengambilan kebijakan.

“Model kepemimpinan seperti ini penting di wilayah pegunungan Papua, karena kepercayaan masyarakat menjadi modal utama sebelum pembangunan fisik dijalankan,” ujar Arif dalam keterangannya.

Menguatkan Peran OAP dalam Pemerintahan

READ  5 Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Tambahan 2024, Ini Kata Eks Menag

Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus adalah komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan Orang Asli Papua (OAP) pada struktur pemerintahan strategis. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat representasi lokal sekaligus membangun rasa memiliki terhadap jalannya pemerintahan.

Arif  menilai kebijakan tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan birokrasi yang memahami karakter sosial dan budaya masyarakat Tolikara.

“Ketika OAP diberi ruang dalam struktur pemerintahan, maka kebijakan yang lahir akan lebih kontekstual dan diterima masyarakat,” jelasnya.

Membangun dari Hal-Hal Kecil

Pengamat tersebut juga menyoroti pendekatan pembangunan yang dilakukan secara bertahap, dimulai dari persoalan paling mendasar. Pemerintah Kabupaten Tolikara disebut fokus memperbaiki tata kelola pemerintahan, pelayanan dasar, hingga penguatan koordinasi internal birokrasi.

Menurut Arif, membangun fondasi dari hal-hal kecil sering kali tidak terlihat cepat, namun justru menentukan kekokohan daerah dalam jangka panjang.

READ  Di Atas Phinisi Losari, Annur Travel Ikrarkan Sinergi dan Totalitas Layanan Jamaah

Ia menilai kepemimpinan Wilem–Yotam tidak terjebak pada proyek besar semata, melainkan menata sistem terlebih dahulu agar pembangunan berjalan berkelanjutan.

Aktif Promosikan Potensi Daerah

Selain pembenahan internal, kepemimpinan Tolikara juga dinilai progresif dalam memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional. Pemerintah daerah disebut aktif mempromosikan peluang investasi, potensi budaya, serta pembangunan daerah melalui berbagai forum nasional dan media arus utama.

Langkah ini dinilai penting untuk mengubah persepsi publik terhadap wilayah pegunungan Papua yang selama ini lebih sering disorot dari sisi tantangan dibanding peluangnya.

“Tolikara mulai dikenal bukan hanya karena geografisnya, tetapi karena gagasan dan potensi yang dimilikinya,” kata Arif .

READ  Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif Raih Penghargaan CNBC Indonesia: Top Regional Food & Energy Security Champion 2025

Kepemimpinan yang Melek Media

Arif juga menilai pasangan kepala daerah tersebut memiliki kesadaran tinggi terhadap peran media dalam pembangunan modern. Pemerintah daerah dinilai mampu memanfaatkan media sebagai sarana transparansi, komunikasi publik, sekaligus promosi daerah.

Keterbukaan informasi dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menuju Tolikara yang Kokoh

Secara keseluruhan, Arif  melihat arah kepemimpinan Wilem Wandik–Yotam Wonda sedang membangun pondasi pemerintahan yang kuat sebelum memasuki fase pembangunan besar.

Menurutnya, pendekatan ini membutuhkan kesabaran politik dan konsistensi kebijakan, namun berpotensi menjadikan Tolikara lebih kokoh di masa depan.

“Ketika hal-hal kecil sudah tertata, maka Tolikara akan berdiri kuat pada waktunya. Fondasi sosial dan pemerintahan yang solid adalah kunci keberlanjutan pembangunan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

Baca Lainnya

Kemenag Perkuat Perang Melawan Narkoba, Tenaga Ahli Menag Ajak Rumah Ibadah Jadi Garda Edukasi

18 Juni 2026 - 03:29 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dr. Bunyamin Yapid Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Bawa Inspirasi Penguatan Edukasi Keagamaan di Indonesia

7 Juni 2026 - 20:20 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Tiga Peserta Audisi DA8 Asal Sidrap Lolos ke Jakarta, Bupati Beri Restu dan Dukungan Penuh

5 Juni 2026 - 14:40 WITA

Trending di Nasional