Menu

Mode Gelap

Nasional · 8 Jan 2026 19:41 WITA

Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Ponpes Al Ikhlas Pasarwajo, Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Islam di Buton


 Menag Nasaruddin Umar Kunjungi Ponpes Al Ikhlas Pasarwajo, Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Islam di Buton Perbesar

Soalindonesia–BUTON – Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menag menegaskan bahwa pendirian pesantren di Buton dilandasi oleh kecintaan dan keinginan kuat untuk menghidupkan kembali jejak sejarah masuknya Islam di wilayah tersebut.

Menurut Nasaruddin, Buton merupakan salah satu daerah tertua yang pertama kali menerima Islam di Nusantara. Namun, jejak sejarah tersebut dinilai belum tergarap secara optimal dan cenderung terpinggirkan dalam narasi besar sejarah Islam Indonesia.

“Buton pernah menjadi perintis masuknya Islam di Indonesia, tetapi jejak sejarahnya seakan tergelapkan. Inilah yang menggerakkan kami untuk menghidupkan kembali perjuangan para penyiar Islam terdahulu melalui pendirian pondok pesantren,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan bahwa pada tahun pertama operasionalnya, Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo telah menunjukkan perkembangan signifikan. Jumlah santri saat ini tercatat telah melampaui 120 orang, angka yang menurutnya menjadi indikator kuat akan masa depan pesantren yang cerah.
“Pengalaman kami menunjukkan, jika pada tahun pertama santrinya sudah lebih dari 50 orang, itu pertanda pesantren akan berkembang besar. Alhamdulillah, di sini jumlah santri sudah lebih dari 120 orang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo Buton dirancang dengan corak pendidikan eksakta dan berorientasi global.

READ  Dinsos Jatim Hadirkan Layanan Psikososial untuk Keluarga Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny

Ke depan, pesantren ini akan menerapkan standar Cambridge sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan, sehingga para santri memiliki daya saing internasional dan peluang melanjutkan pendidikan ke luar negeri tanpa harus melalui tes bahasa Inggris.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan berkualitas unggul di tengah masyarakat sederhana, tanpa membebani santri dengan biaya mahal. Pesantren ini milik masyarakat Buton,” tegas Menag.

Selain penguatan akademik, pesantren ini juga menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat lokal. Berbagai kebutuhan operasional pesantren akan melibatkan masyarakat sekitar, sementara tenaga pengajar bahasa Arab dan bahasa Inggris didatangkan dari sumber-sumber terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri.

READ  Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Yogyakarta,Arianto Kogoya : Bhinneka Tunggal Ika Harus Jadi Aksi Nyata, Bukan Sekadar Slogan

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Mansur, Direktur Pondok Pesantren Kemenag Basnang Said, serta Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Sidik Sisdiyanto.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo. Ia berkomitmen membantu pembangunan masjid dan sejumlah fasilitas pesantren sebagai bagian dari visi pembangunan daerah yang religius dan berkarakter.

“Dengan ketulusan, insyaallah saya akan membantu pembangunan masjid dan beberapa ruang di pesantren ini. Pesantren adalah tempat pembentukan karakter dan integritas yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah,” ujar Gubernur.

READ  Lima Anggota DPR Dinonaktifkan Usai Joget di Sidang Tahunan MPR, Tetap Terima Gaji

Ia juga mengajak para santri untuk memanfaatkan berbagai program pemerintah daerah, termasuk beasiswa pendidikan dan peluang pengabdian sebagai aparatur sipil negara (ASN), agar kelak dapat kembali berkontribusi dalam membangun daerah asalnya.

Kunjungan Menag ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus mengukuhkan kembali posisi Buton dalam sejarah dan perkembangan Islam di Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional