Menu

Mode Gelap

Nasional · 8 Jan 2026 23:22 WITA

Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat dari SD hingga SMA, Anggaran 2025 Capai Rp 6,6 Triliun


 Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat dari SD hingga SMA, Anggaran 2025 Capai Rp 6,6 Triliun Perbesar

Soalindonesia–Jakarta Pemerintah terus memperluas akses pendidikan berkualitas melalui pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan ini menjadi salah satu strategi utama untuk memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan mobilitas sosial masyarakat kurang mampu.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah merealisasikan anggaran Rp 6,6 triliun untuk program Sekolah Rakyat. Dari jumlah tersebut, Rp 5,4 triliun dialokasikan untuk renovasi dan pembangunan sentra pendidikan, sementara Rp 1,1 triliun digunakan untuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan.

“Per 31 Desember 2025, realisasi anggaran program Sekolah Rakyat sebesar Rp 6,6 triliun atau 85 persen dari pagu,” kata Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2025).

READ  Setelah Tuntaskan Misi Diplomatik di Kanada, Presiden Prabowo Bertolak ke Belanda

Hingga saat ini, pemerintah telah membangun 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Program tersebut melibatkan 6.849 guru dan tenaga kependidikan, serta memberikan akses pendidikan kepada 15.895 siswa dari keluarga kurang mampu.

“Anggaran Sekolah Rakyat itu digunakan untuk mendidik 15.895 siswa kurang mampu dengan mengoperasionalkan 166 Sekolah Rakyat dari tingkat SD sampai SMA,” ujar Thomas.

Fasilitas Lengkap Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep pendidikan terpadu. Para siswa mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat (talent mapping), penguatan kompetensi akademik dasar, pembinaan kedisiplinan, hingga sistem boarding school (asrama).

READ  Presiden Prabowo Telepon Emir Qatar Usai Serangan Israel ke Doha

Selain itu, siswa juga memperoleh seragam dan perlengkapan sekolah, makan tiga kali dan dua kali snack setiap hari, serta dukungan pembelajaran berbasis digital.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari pemerataan pendidikan nasional.

Ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru setiap tahun, sehingga dalam beberapa tahun mendatang diharapkan berdiri 500 Sekolah Rakyat di wilayah-wilayah dengan tingkat ekonomi paling lemah. Program ini juga diarahkan untuk menjangkau kelompok masyarakat menengah ke bawah.

READ  Prabowo Minta Dukungan Presiden Brasil untuk Segera Ratifikasi Perjanjian Dagang Indonesia–Mercosur (IM-CEPA)

“Ini sedang kita rencanakan supaya semua anak-anak kita harus mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang bagus. Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain. Itu cita-cita kita,” kata Prabowo.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya K3 untuk Lingkungan Kerja Aman dan Produktif

9 Januari 2026 - 23:24 WITA

Menkum Supratman Minta Publik Cermati KUHP dan KUHAP Baru Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

9 Januari 2026 - 23:15 WITA

Kemensos Mulai Seleksi Siswa Baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027, Pembangunan Gedung Permanen Dimulai

9 Januari 2026 - 23:07 WITA

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Peran Kemenag Jaga Persatuan Bangsa di Rakerwil Sultra 2026

9 Januari 2026 - 23:00 WITA

Tak Hanya Gus Yaqut, Mantan Stafsus Menteri Agama Ikut Ditahan KPK

9 Januari 2026 - 17:26 WITA

KPK Tetapkan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

9 Januari 2026 - 17:17 WITA

Trending di Nasional