SOALINDO—KAIRO — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan resmi ke Akademi Internasional Al-Azhar di Kairo, Mesir. Kunjungan ini menjadi penegasan kuat atas eratnya hubungan ilmiah, keagamaan, dan kerja sama strategis antara Al-Azhar Al-Sharif dan lembaga keagamaan Indonesia, khususnya dalam penguatan kualifikasi dan pembinaan imam.
Menteri Agama RI hadir didampingi Mohammed Zaeim Nasution, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, serta sejumlah delegasi, termasuk Tenaga Ahli Menteri Agama RI Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H.. Rombongan diterima langsung oleh Yang Mulia Dr. Hassan Salah Sajir, Presiden Al-Azhar International Academy.
Dalam sambutannya, Dr. Hassan Salah Sajir menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Menteri Agama RI. Ia menilai kunjungan ini mencerminkan kedalaman hubungan keilmuan dan spiritual antara Al-Azhar dan Indonesia, serta membuka ruang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan.
Menurutnya, Akademi Internasional Al-Azhar secara konsisten mempersiapkan imam dan para pendakwah melalui kurikulum khas Al-Azhar yang memadukan orisinalitas tradisi keilmuan Islam klasik dengan pendekatan kontemporer, sekaligus menjadi model dalam pengembangan intelektual moderat yang menjunjung tinggi nilai kesederhanaan dan keseimbangan.
Usai sesi penyambutan, Presiden Akademi mengajak Menteri Agama RI dan delegasi melakukan kunjungan lapangan ke berbagai fasilitas akademi. Rombongan meninjau langsung sistem pelatihan dan rehabilitasi, program ilmiah, serta skema pendampingan yang dirancang bagi imam Mesir maupun imam pendatang dari berbagai negara. Delegasi juga berdialog dengan sejumlah imam magang dan menyaksikan metode pembinaan yang dirancang untuk menjawab tantangan intelektual dan sosial modern.
Dalam keterangannya, Menteri Agama RI menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan peran strategis Akademi Internasional Al-Azhar. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Yang Mulia Imam Besar Dr. Ahmed El-Tayib, Sheikh Al-Azhar Al-Sharif, atas dukungan penuh dan perhatian berkelanjutan terhadap pembinaan para imam internasional.
Menteri Agama menegaskan bahwa program pelatihan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Dr. Hassan Salah Sajir merupakan model terdepan di dunia dalam melayani kepentingan Islam dan umat Muslim secara global. Ia juga menyoroti perhatian khusus Al-Azhar terhadap imam Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, Menteri Agama RI mengungkapkan rencana penyelenggaraan program pelatihan berkelanjutan bagi 45 imam asal Indonesia di Akademi Internasional Al-Azhar selama satu bulan penuh. Program ini diharapkan dapat memperluas cakrawala kerja sama dalam bidang persiapan, peningkatan kapasitas, dan rehabilitasi imam Indonesia agar mampu menjawab dinamika keumatan di era modern.
Sementara itu, Presiden Akademi Internasional Al-Azhar menegaskan bahwa Al-Azhar Al-Sharif, di bawah bimbingan Imam Besar, memberikan perhatian khusus kepada para imam pendatang, terutama dari Indonesia. Perhatian tersebut diwujudkan melalui program pelatihan terintegrasi yang bertujuan memperdalam refleksi keagamaan, meluruskan pemahaman, serta membentuk pendakwah yang tangguh menghadapi tantangan kontemporer.
Ia menambahkan, Akademi Internasional Al-Azhar selalu terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, demi melahirkan imam dan pendukung dakwah yang membawa pesan Islam rahmatan lil ‘alamin serta mencerminkan manhaj Al-Azhar di tengah masyarakat global.











