Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Jan 2026 02:18 WITA

Kepala BSKDN Kemendagri Tekankan Hilirisasi Riset sebagai Kunci Inovasi Daerah


 Kepala BSKDN Kemendagri Tekankan Hilirisasi Riset sebagai Kunci Inovasi Daerah Perbesar

soalindonesia–Surakarta – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya hilirisasi riset sebagai kunci penguatan inovasi di daerah. Menurutnya, hasil penelitian perguruan tinggi seharusnya tidak berhenti sebagai laporan akademik, melainkan dapat diterapkan menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hilirisasi inovasi ini menjadikan pemerintah daerah diharapkan menjadi off taker dari inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Dengan begitu, hasil riset dapat diterapkan menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Yusharto, seperti dilansir Antara, dalam kegiatan Evaluasi dan Penguatan Inovasi Daerah Kota Surakarta.

READ  Kemenkeu: Pajak yang Sengaja Tidak Dipungut Capai Rp 530,3 Triliun di 2025, Terbanyak dari Sektor Manufaktur

Sinergi Perguruan Tinggi dan OPD

Yusharto menilai Surakarta memiliki potensi besar karena didukung keberadaan perguruan tinggi, seperti Universitas Sebelas Maret (UNS), serta lembaga riset yang konsisten menghasilkan penelitian berkualitas. Ia menekankan perlunya sinergi antara perangkat daerah dan perguruan tinggi agar riset dapat diadopsi menjadi solusi atas berbagai permasalahan layanan publik.

Setiap fakultas dan pusat kajian di perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki potensi untuk berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai urusan pemerintahan yang diampu.

Tantangan Pendanaan dan Budaya Inovasi

Yusharto juga menyoroti tantangan pendanaan inovasi yang masih terbatas, dengan anggaran riset Indonesia tercatat sekitar 0,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan anggaran riset dinilai menjadi momentum penting bagi keberlanjutan inovasi.

READ  Luhut Siap Lobi AS Agar Sejumlah Komoditas RI Bebas Tarif Impor

Selain pendanaan dan hilirisasi, pembudayaan inovasi menjadi perhatian utama. Yusharto mengapresiasi langkah-langkah Kota Surakarta, seperti kompetisi inovasi, pemberian insentif, dan penguatan ekosistem inovasi yang mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Inovasi Berkelanjutan

Yusharto menekankan bahwa inovasi daerah harus dilakukan secara berkelanjutan mengikuti prinsip kurva S, yakni pembaruan harus dimulai saat inovasi masih dalam fase pertumbuhan agar keberlanjutan inovasi terjaga.

“Dengan demikian, inovasi yang ada dapat terus dipertahankan dan diperbarui sehingga tidak sekadar tercatat secara administratif, tetapi benar-benar dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

READ  Menag Nasaruddin Umar: Jangan Ambil Keputusan Saat Emosi, Pimpinan Kemenag Diminta Bersikap Bijak dan Objektif

Dengan capaian inovasi yang terus meningkat, Yusharto optimis Surakarta akan memperkuat perannya sebagai daerah terinovatif dan menjadi contoh praktik baik hilirisasi riset serta pemanfaatan inovasi perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan daerah.

“Inovasi Kota Surakarta mengalami peningkatan di tahun 2025 menjadi daerah terinovatif. Saya berharap semangat berinovasi terus ada dan semakin baik membawa perubahan di Kota Surakarta,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Menkeu Purbaya Awasi Rekening Pejabat Kemenkeu untuk Cegah Korupsi

23 Januari 2026 - 03:13 WITA

Presiden Prabowo Perintahkan Pembentukan Tim Kajian Penanganan Banjir Jabodetabek

23 Januari 2026 - 02:54 WITA

Menhaj Pastikan Keselamatan dan Kenyamanan Jemaah Haji 1447 H/2026 M

23 Januari 2026 - 02:47 WITA

Bahlil Pastikan Pasokan Listrik dan LPG di Wilayah Banjir Sumatera Mulai Normal

23 Januari 2026 - 01:52 WITA

Prabowo Perkenalkan Istilah Greedonomics di WEF Davos 2026, Sindir Ekonomi Keserakahan

23 Januari 2026 - 01:39 WITA

Menteri Agama RI Kunjungi Akademi Internasional Al-Azhar, Apresiasi Peran Azhar dalam Kualifikasi Imam Dunia

22 Januari 2026 - 11:06 WITA

Trending di Nasional