Menu

Mode Gelap

Nasional · 23 Sep 2025 22:09 WITA

Menag Nasaruddin Umar: Jangan Ambil Keputusan Saat Emosi, Pimpinan Kemenag Diminta Bersikap Bijak dan Objektif


 Menag Nasaruddin Umar: Jangan Ambil Keputusan Saat Emosi, Pimpinan Kemenag Diminta Bersikap Bijak dan Objektif Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pesan penting kepada seluruh jajaran pimpinan di Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengendalikan emosi dalam mengambil keputusan. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh bertindak berdasarkan dorongan emosional, apalagi dalam situasi senang, sedih, atau marah.

“Jangan sampai memberi hukuman saat emosi, jangan mengambil keputusan dengan emosi, entah itu senang, sedih, marah. Perlu pertimbangan yang lebih dalam, karena akan membawa penyesalan dan kerugian,” ujar Menag dalam breakfast meeting yang digelar secara hybrid, Selasa (23/9/2025).

Pesan Etika Kepemimpinan

Rapat tersebut diikuti oleh Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin, para pejabat eselon I dan II, serta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

READ  Menkes Budi Gunadi Ungkap Indonesia Pelajari Vaksin Kanker Rusia EnteroMix

Secara daring dan luring, Menag menyampaikan agar pimpinan di Kemenag menghindari praktik subjektivitas dan primordialisme, terutama dalam keputusan penting seperti mutasi, rotasi, pelantikan, hingga pemberhentian pegawai.

“Untuk pemberhentian atau penghukuman pegawai jangan seenaknya, jangan didramatisasi dengan subjektivitas. Hukuman sewajarnya, bukan semaunya,” tegasnya.

Berdayakan Pegawai Kompeten

Menag juga menyoroti pentingnya memberdayakan kembali pegawai yang telah menjalani sanksi. Ia mengingatkan bahwa kompetensi dan latar belakang pegawai tetap harus dihormati dan dioptimalkan, meskipun mereka pernah mendapatkan hukuman disiplin.

“Pasca penghukuman, perlu ditinjau lagi kompetensi dan latar belakang pegawai. Berikan haknya dan berdayakan kompetensinya,” kata Nasaruddin.

READ  Luhut Siap Lobi AS Agar Sejumlah Komoditas RI Bebas Tarif Impor

Dorong Kolaborasi Daerah

Dalam arahannya, Nasaruddin juga meminta kepada para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi dan pimpinan PTKN untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Menurutnya, pejabat Kemenag tak hanya berperan sebagai birokrat, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang harus aktif menjalin hubungan dengan lingkungan sekitarnya.

“Mohon kepada Kakanwil dan rektor, tingkatkan komunikasi dengan pejabat lokal/pemda. Perlu tingkatkan kolaborasi dengan pemerintah setempat dalam efisiensi kinerja ini,” tutupnya.

Komitmen Reformasi Birokrasi Kemenag

Pesan moral dan manajerial dari Menag ini merupakan bagian dari komitmen reformasi birokrasi dan tata kelola organisasi di tubuh Kementerian Agama. Dalam berbagai kesempatan, Nasaruddin Umar dikenal aktif mendorong perubahan pola pikir birokrasi ke arah yang lebih berintegritas, humanis, dan profesional.

READ  167 Ribu Formasi Jabatan Fungsional Guru Madrasah Disetujui Kemenpan RB

Langkah ini juga sejalan dengan visi Kemenag untuk mewujudkan pelayanan publik berbasis akuntabilitas dan keadilan, di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan lembaga negara.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dr. Bunyamin Yapid Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Bawa Inspirasi Penguatan Edukasi Keagamaan di Indonesia

7 Juni 2026 - 20:20 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Tiga Peserta Audisi DA8 Asal Sidrap Lolos ke Jakarta, Bupati Beri Restu dan Dukungan Penuh

5 Juni 2026 - 14:40 WITA

PT Annur Maarif Raih Predikat Hijau (Excellent) dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Musim Umrah 1447 H

3 Juni 2026 - 13:32 WITA

Trending di Nasional